Suara Sumatera - Beredar kabar bahwa Jonathan Latumahina pernah menertawakan korban tewas dalam insiden KM 50. Diketahui, Jonathan merupakan pengurus GP Ansor yang juga ayah dari David, korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo, anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Narasi Jonathan Latumahina menertawakan korban insiden KM 50 dibagikan akun Twitter @abdurah26718123 pada Kamis (23/2/2023). Sambil mengunggah foto tangkap layar cuitan lawas Jonathan Latumahina yang diklaimnya sebagai bukti bahwa Jonathan Latumahina pernah menertawakan korban tewas di KM 50.
"MUBAHALLAH IBHRS MAQBUL. Ini Dia @seeksixsuck, Bapaknya Anak yg Dihajar oleh Anak Orang Pajak. Orang GP Ansor yg Dulu Menertawakan Korban Syuhada KM 50.... Apakah Sekarang dia Merasakan Pedihnya Seorang Ayah Yg Anaknya Dianiaya Sampai Koma" begitu narasi yang beredar.
Benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Jonathan Latumahina pernah menertawakan korban tewas dalam kasus KM 50 adalah tidak benar.
Faktanya, Jonathan Latumahina sama sekali tidak pernah membuat cuitan yang menunjukkan bahwa dirinya menertawakan laskar FPI yang tewas dalam insiden KM 50.
Dalam cuitannya, Jonathan Latumahina justru menertawakan hoaks yang beredar terkait adanya jenazah korban KM 50 yang tersenyum.
"Jenazah FPI yang senyum itu masih hidup dan cengengesan, naik ke media nasional pula beritanya," tulis @seeksixsuck.
Kesimpulan
Baca Juga: Kementerian PPPA Jamin Keselamatan dan Pemulihan David yang Dianiaya Mario Anak Pejabat Pajak
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa narasi Jonathan Latumahina pernah menertawakan korban tewas di peristiwa KM 50 adalah keliru.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.