Suara Sumatera - Mencapai 40 ulama dan tokoh agama di Pulau Jawa yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur berkumpul di Pesantren Ribath Nurul Anwar, Sragen, akhir pekan lalu. Mereka menggelar tirakat agar Anies Baswedan terhindar dari gangguan batin yang dinilai akan makin terjadi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Bertajuk ”Halaqah Kebangsaan: Ulama Mendoakan Anies Baswedan” para kyai mendoakan agar Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan yakni Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS terhindar dari beragam gangguan selama proses pencalonannya sebagai Presiden RI 2024.
Pengasuh Ribath Nurul Anwar mengungkapkan sebagai bacapres yang sudah banyak mendapatkan gangguan lahir dan batin, Anies Baswedan memiliki tantangan serius yakni menghadirkan perubahan di negara ini.
”Bagi yang memahami (ilmu) batin, tentu tahu dahsyatnya gangguan-gangguan ke Pak Anies. Semoga beliau diberikan kekuatan dan tetap istiqomah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Wafi itu kepada wartawan, Minggu (26/2/2023).
KH Agus Wafi Maimoen mengatakan, dalam proses menjadi bacapres saat ini, Anies sudah mendapatkan banyak gangguan secara lahir maupun batin.
Peserta pertemuan menyepakati lima butir kesepakatan yang dibacakan oleh eks Wakil Bupati Rembang Nasirul Mahasin. Isinya adalah soal dukungan kepada Anies agar menjadi Presiden pada tahun 2024 mendatang.
Pertemuan yang berlokasi di dekat perbatasan Jateng-Jatim itu dihadiri antara lain KH. Nasirul Mahasin (Malang), KH. Ahmad Ainul Yakin (Tuban), KH. Mas Mansyur (Surabaya), KH. Munif (Pasuruan), KH. Fuad (Termas, Pacitan), KH. Mizan (Madiun) KH. Labib Shodiq Suhaimi (Brebes), KH. Ahmad Mudofar (Jepara), KH Ahmad Asnawi (Kudus) dan lain-lain.
”Kami mendukung Anies Baswedan untuk menjadi tokoh pemersatu bangsa, presiden bagi semua kalangan dan golongan. Hal tersebut selaras dengan konsep Trilogi Ukhwah yang dirumuskan Rais Aam PBNU (1984-991) KH Achmad Shiddiq, yakni: ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, ukhwah basyariah,” tutur Mahasin.
Para ulama juga menyerukan agar perhelatan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar dan menolak upaya untuk menunda atau menggagalkan pesta demokrasi tersebut. Mereka juga mewanti-wanti agar para pendukung Anies menunjukkan akhlakul karimah dan tidak membangun konflik dengan sesama anak bangsa.
Baca Juga: 5 Cara Menghindari Pelecehan Seksual di Angkutan Umum, Perempuan Wajib Tahu!
Penentuan nama Bacawapres yang bakal mendampingi Anies, para kyai setuju untuk menyerahkannya kepada Bacapres. Namun, dari diskusi yang berlangsung hangat, muncul sejumlah nama kandidat.
”Indonesia harus melakukan perubahan besar-besaran agar kita keluar dari berbagai krisis, melalui Pemilu 2024 yang adil, jujur, dan bermartabat,” lanjutnya.
Di antaranya adalah Khofifah (Gubernur Jatim), Taj Yasin (Wagub Jateng), Syaifullah Yusuf (Sekjen PBNU), Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) hingga KH Said Agil Siradj (mantan Ketum PBNU), hingga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.