Suara Sumatera - Indometer merilis hasil survei terkait elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) 2024. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencapai 26,7 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo 23,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 15,6 persen.
Survei dilakukan pada 5 hingga 10 Juni 2023 dengan melibatkan 1.200 responden, yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling). Sedangkan margin of error kurang lebih 2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Elektabilitas Prabowo meninggalkan Ganjar dan Anies pada posisi tiga besar, disusul AHY dan Puan yang mengalami kenaikan," kata Direktur Eksekutif Indometer Leonard S.B melansir Antara, Selasa (20/6/2023).
Dirinya berpandangan berbagai manuver politik PDI Perjuangan menunjukkan bahwa partai tersebut memperhitungkan Prabowo sebagai ancaman serius.
"Hal itu tampaknya yang mendorong PDI Perjuangan gencar menggalang koalisi dengan partai-partai, di antaranya PPP yang bergabung mengusung Ganjar," ujarnya Leonard.
PDI Perjuangan bahkan melangkah lebih jauh lagi dengan mendekati Demokrat yang notabene menjadi kekuatan oposisi dan "musuh bebuyutan". Padahal, Demokrat sudah bergabung dalam Koalisi Perubahan yang terdiri atas PKS dan Partai NasDem.
Pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menjadi simbol tampilnya generasi baru politikus nasional.
"Puan yang sebelumnya berada di bawah bayang-bayang Megawati kini mulai tampil dan bisa menjadi faktor signifikan dalam beberapa waktu ke depan," kata Leonard.
Baca Juga: 5 Fakta Pemeriksaan Dugaan Korupsi Syahrul Yasin Limpo