Suara Sumatera - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang mengaku sudah menjawab soal isu adanya bekingan Istana kepada penyidik Bareskrim Polri.
Hal itu dikatakan Panji Gumilang saat ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penistaan agama pada Senin 3 Juli 2023 malam.
"Sudah, sudah ini sudah dijawab semua di dalam (Bareskrim). Tidak ada (bekingan dari istana). Jangan nyebut-nyebut yang tidak ada hubungan apa-apa," kata Panji.
Panji mengaku ditanya 30 pertanyaan dan bisa menjawab semua apa yang ditanyakan penyidik. Dirinya kemudian menjelaskan apa saja yang ditanyakan oleh penyidik.
Pertama, soal riwayat hidup. Keduanya, pernahkah Panji Gumilang berurusan dengan hukum dan dijawab pernah.
"Yang ketiga, apakah ada ketetapan hukum, pernah ada. Ini malah nambah ini ya. Berapa itu ketetapan hukumnya, saya pernah dihukum 10 bulan," jelasnya.
Ditanya apakah dirinya siap jika ditetapkan menjadi tersangka, Panji enggan menjawabnya.
"Belum sampai ke sana. Jangan ngomong siap tidak siap, urusannya belum selesai," katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah membantah isu tersebut. Jokowi juga membantah ada campur tangan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam memberikan perlindungan untuk Ponpes Al Zaytun.
Baca Juga: Rihana Rihani, Penipu Jual Beli iPhone Rp 35 Juta Cengengesan Saat Diperiksa Penyidik
"Saya dong Istana? Ndak lah. Ndak, ndak, ndak. (Pak Moeldoko) ndak, ndak, ndak," cetusnya, Senin (26/6/2023).
Moeldoko juga telah membantah rumor tersebut. Dirinya menegaskan jika rumor itu asal disebarkan.
"Orang-orang ini ngawur, cuma saya belum ngomong saja. Kalau saya ngomong, marah saya itu. Karena apa? Yang diomongin itu sangat ngawur. Mana mungkin saya seorang mantan panglima berkolaborasi, kalau memang itu benar, enggak mungkin berkolaborasi dengan apa itu kelompok-kelompok yang dinyatakan ini dan itu," katanya.