Suara Sumatera - Masih ingat dengan pesepakbola asal Argentina, Mario Costas yang pernah bermain di Liga Indonesia dekade 2009- 2014 silam.
Pria kelahiran 24 April 1981, Santiago Del Estero, Argentina, yang berposisi sebagai striker ini berubah menjadi mesin gol saat bersama PSMS Medan, klub yang pertama kali dibelanya di Indonesia.
Selama berseragam jersey Ayam Kinantan, Mario Alejandro Costas bermain apik hingga menjelma jadi predator haus gol dan dicintai fans PSMS Medan. Namun, semusim bersama PSMS Medan, Mario kembali klub negara asalnya, Gimnasia Esgrima.
Hanya sebentar merumput di Argentina, Mario kembali ke tanah air. Pada tahun 2010, Mario Costas bermain di Liga Premier Indonesia (LPI) bersama Pro Duta FC. Dirinya hanya koleksi 4 gol dari 9 pertandingan.
Nama Mario Costas kembali bersinar setelah membela Persela Lamongan pada tahun 2011. Ia kembali mencetak 22 gol dari 32 pertandingan. Julukan predator yang menakutkan buat bek lawan kembali melekat kepadanya.
Melansir suara moots, Rabu (19/7/2023), Mario Costas menjadi superstar baru bagi suporter Persela Lamongan. Namun sayang, di tengah perjalanan bersama tim Laskar Joko Tingkir, badai cedera menghantamnya dan memaksanya menepi keluar dari lapangan.
Namun demikian, Persija Jakarta tertarik dengan servis Mario Costas lalu mendatangkannya ke Jakarta pada tahun 2014. Selama berseragam Macan Kemayoran, Mario tak tampil maksimal karena masih cedera.
Mario kemudian berlabuh ke PSM Makassar. Senada dengan klub sebelumnya, Mario tidak tampil maksimal malah kembali cedera patah hidung.
Selepas tahun 2014, namanya pun lenyap begitu saja. Akun media sosialnya juga diprivate. Besar kemungkinan, Mario Costas telah pensiun dari dunia sepakbola dan kembali ke Argentina.
Baca Juga: Penis Berdiri Bangun Tidur, Benarkah Bukti Pria Perkasa?
Walau begitu, tetap saja nama Mario Costas masih dikenang oleh penggemar PSMS Medan dan Persela Lamongan dengan meng-upload video saat sang predator beraksi di lapangan hijau.