Suara Sumatera - Pedangdut Eny Sagita pernah mengancam akan membuka borok Nella Kharisma. Dia juga menyebut bahwa Nella seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
Keributan berawal dari unggahan Eny Sagita di akun Instagram-nya tahun 2020 silam. Dia terang-terangan menyindir Nella Kharisma.
Dalam unggahan tersebut, Eny Sagita menyebut Nella Kharisma seperti "kacang lupa kulit" dan mengumumkan niatnya untuk membongkar permasalahan dengan Nella Kharisma pada hari Rabu, tanggal 14 Oktober 2020, melalui akun YouTube miliknya.
Eny Sagita mengungkapkan niatnya dengan kata-kata, "Kalian mau tau? nanti aku kasih tau sesuatu di live streaming Eny talkshow," katanya, dikutip dari Matamata.com, Selasa (15/8/2023).
"Aku akan luruskan semua karena di beberapa media yang beredar menurutku kurang pas. Lebih afdolnya saksikan langsung eny talkshow Rabu 14 oktober jam 8 malam," lanjutnya lagi.
Aksi Eny Sagita ini terlihat sebagai respons atas serangan yang ia terima dari para penggemar Nella Kharisma di media sosial.
Awalnya, Eny Sagita tidak memberikan komentar. Namun, ia tampaknya merasa risih dengan tudingan yang ditujukan kepadanya.
Perseteruan antara keduanya diyakini berkaitan dengan serangan yang terus dilayangkan oleh penggemar Nella Kharisma terhadap Eny Sagita di media sosial.
Konflik antara Eny Sagita dan Nella Kharisma juga dipercaya memiliki akar dari masa lalu, terutama karena orkes Sagita yang dikendalikan oleh Eny Sagita pernah mengalami masalah hukum dan kebangkrutan.
Bahkan, Eny sempat mengungkit masa lalu, lantas mengingatkan Nella Kharisma, siapa sosok yang pertama kali mengangkat mereka menjadi biduan panggung.
"Ngomongno @nellakharisma sudah saatnya semua tahu, siapa yang ngangkat pertama kali sampeyan dari teropan? Masih ingat kan sama mbak Lina nggringging artis senior kita? Biar ndak pada kiminter (sok pintar) semua orang yang suka memutar balikkan fakta. Saksinya @andrakharisma Sama mbak Lina artis senior rumahnya nggringging tetangga @nellakharisma," tulis Eny Sagita.
Konflik ini mencuat dalam konteks hubungan yang kurang baik antara mereka. Situasi ini menunjukkan kompleksitas dalam dunia hiburan dan dampak media sosial terhadap hubungan antarartis.
Pertikaian ini juga menegaskan pentingnya mengelola konflik secara bijaksana dan etis, serta menjaga komunikasi yang sehat dan produktif dalam menjaga citra dan reputasi setiap individu.