Suara Sumatera - Belum lama ini beredar informasi menyebutkan jika Presiden Jokowi meminta Ketua Utama PSSI Erick Thohir untuk pergi ke Cina guna menjadi peserta ajang perjuangan EAFF. Keinginan untuk masuk EAFF karena kecewa dengan ajang kejuaran Asia Tenggara, AFF.
Informasi ini menyebutkan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan Erick Thohir agar bisa mendapatkan slot jadi peserta ajang EAFF. Hal ini pun membuat timnas negara lainnya di AFF untuk mengikuti.
Informasi ini belum terkonfirmasi sehingga tergolong misinformasi atau informasi bohong atau hoaks.
Salah satu akun YouTube yang membagikan ialah Timnas Harapan TV. Di akun YouTube tersebut bernarasikan jika Jokowi pun turun tangan menginginkan timnas Indonesia keluar dari AFF.
Hal ini seolah menjawab kekecewaan timnas Indonesia atas kejuaraan tingkat Asia Tenggara AFF. Akun YouTube pun membagikan informasi dengan judul narasi,
"JOKOWI SETUJU': Erick Thohir Terbang Ke China Untuk Beli SLOT di EAFF ," tulis narasi YouTube tersebut.
Lalu apakah benar Jokowi meminta Erick Thohir terbang ke Cina guna memberi slot EAFF?
CEK FAKTA:
Pada video dengan durasi 3 menit 33 detik berisikan video yang berisikan informasi yang digabungkan. Tampak awalnya muncul informasi mengenai Erick Thohir memberikan pidato sambutan mengenai timnas Indonesia.
Baca Juga: Benarkah Oklin Fia Resmi Jadi Duta MUI? Majelis Ulama Indonesia Beri Bantahan
Tetapi video tersebut terpotong dan kemudian diteruskan narator jika dengan membahas jika timnas Indonesia terus konsisten untuk bisa slot EAFF.
Keinginan untuk keluar dari AFF karena kekecewaan pada ajang tersebut. Tapi sampai dengan akhir video, tidak ditemukan jika Jokowi memberikan perintah agar Erick Thohir ke Cina guna membeli slot sebagai peserta EAFF.
Dengan tidak adanya saling hubungan antara judul dan informasi yang dibagikan, maka informasi tersebut ialah informasi hoak atau informasi bohong.
PENJELASAN:
Meski desakan untuk keluar terus disuarakan pendukung atau suporter timnas Indonesia atau keluar dari AFF. Situasi desakan ini pun dikarenakan banyak kerugian dialami timnas Indonesia karena kebijakan wasit di ajang tersebut.
Meski demikian Erick Thohir sebagai Ketua PSSI, memastikan masih akan menghormati liga tingkat Asia Tenggara tersebut.