Suara Sumatera - Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sebagian wilayah Sumatera belakangan kembali mengganggu aktivitas masyarakat.
Kabut asap yang terjadi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan tentunya membahayakan kesehatan. Apalagi yang menderita gangguan pernapasan.
Asap karhutla mengandung berbagai gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO), karbon monoksida (CO) dan Nitrogen Dioksida (NO2) serta Ozon Permukaan (O3).
Jika terpapar kabut asap dalam jangka waktu yang lama, khususnya bila kandungan CO yang tinggi membuat darah kekurangan oksigen akan menyebabkan tubuh lemas hingga pingsan.
Berikut ini tips menjaga kesehatan saat kabut asap akibat karhutla, mengutip laman Dinas Kesehatan Deli Serdang, dinkes.deliserdangkab.go.id.
1. Batasi ke luar ruangan
Mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu pilihan untuk memperkecil risiko paparan asap. Terlebih bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung, meski orang sehat sekalipun juga dapat terkena dampaknya.
Kita bisa juga melakukan pengecekan kualitas udara secara berkala melalui aplikasi atau laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau BMKG. Dengan begitu langkah perlindungan seperti menyediakan masker yang tepat bisa dilakukan.
2. Pakai masker
Saat terpaksa harus ke luar ruangan ketika kabut asap maka ada baiknya menggunakan alat pelindung diri, yakni masker yang bisa filtrasi polutan.
Penggunaan respirator ini yang lebih efektif menyaring hingga 95 persen polutan. Respirator yang umum ditemui yakni jenis N95. Masker biasa termasuk masker hijau juga bisa digunakan, hanya saja efektivitasnya jauh di bawah respirator.
Baca Juga: Respons Penggeledahan Rumah Dinas Mentan Syahrul, Cak Imin Singgung Transparansi
3. Perbanyak minum air putih
Asupan air putih yang cukup berperan penting dalam menunjang kinerja organ tubuh. Tak hanya menghilangkan rasa haus, air putih juga membantu mengatasi dehidrasi, mengalirkan nutrisi penting hingga membantu melembapkan kulit.
Saat ada paparan asap, tubuh secara tidak langsung terpapar racun, kotoran juga polutan lain. Air putih membantu mekanisme pembuangan kotoran dan racun yang masuk ke tubuh.
4. Jaga ruangan selalu tertutup
Penting untuk memastikan ruangan yang ditempati seperti rumah, sekolah atau gedung kantor dalam kondisi tertutup. Andalkan pendingin ruangan (AC) agar udara tetap tersaring dan sejuk.
Jika tidak ada AC, Anda bisa memasang kain basah pada sela-sela ventilasi, seperti sela pintu dan jendela. Kain basah atau tirai basah akan menangkal partikulat debu yang masuk ruangan, namun tak membuat sirkulasi udara terhambat.
5. Lindungi air minum dan makanan
Paparan asap yang masuk ke ruangan bisa mengotori penampungan air minum dan makanan. Selalu tutup wadah makanan dan minuman. Pastikan galon ditutup dengan kain, terutama pada bagian keran.
Kabut asap mengandung partikel berbahaya yang dapat menempel pada minuman dan makanan. Bila tertelan, ditakutkan akan memicu peradangan pada sistem pencernaan, mulai dari mulut, tenggorokan, bahkan lambung.