Raden Saleh tidak hanya dikenal sebagai pelukis, tetapi juga sebagai kolektor dokumen etnografi dan arkeologi, arsitek, paleontologis, arsitek lanskap, pendiri beberapa taman alam dan perancang busana.
Raden Saleh juga dikenal sebagai kolektor dokumen etnografi dan arkeologi, arsitek, paleontolog, perancang pertamanan, pendiri berbagai taman marga satwa, serta perancang busana.
Kemampuan Raden Saleh telah memperluas lingkaran Raden Saleh, secara tidak langsung Freemason di Belanda mulai memperhatikan Raden Saleh.
Dalam uraian Theo Stevens dalam bukunya yang berjudul The Freemason and Society in the Dutch East Indies 1764 – 1962, Stevens menulis:
"Pada 1836 Raden Saleh dilantik menjadi anggota Tarekat Kemasonan di Loji Eendracht Maakt Macht yang berada di Den Haag, Belanda."
Stevens mengatakan bahwa pada saat itu Raden Saleh menjadi orang Asia pertama, yang menjadi anggota Freemason.
Sayangnya, catatan berbagai aktivitas Raden Saleh dengan Freemason tersegel rapat hingga saat ini.