Rasulullah SAW sebagai Gembala
Sejak ia memiliki anak, ia telah juga pernah menjadi gembala. Allah swt memerintahkan para Nabi dan membekali mereka agar memiliki kemampuan menggembalakan.
Karena hikmah kokoh yang kita ambil dari seorang Rasul adalah jiwa kepemimpinan yang baik, karena di dalamnya mereka mengatur, memelihara hewan, dan itu semua bukanlah perkara mudah.
Saat menjadi gembala, dia belajar banyak tentang berurusan dengan hewan dan kemudian dengan manusia sampai akhirnya dia bisa mengatur hidupnya dengan lebih baik.
Seorang pebisnis atau entrepreneur dengan kepemimpinan dan manajemen yang baik niscaya akan berdampak pada keberlangsungan usahanya.
Seberapa besar kapasitas yang dimiliki seseorang mengorganisir anggotanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Serta seberapa baik seseorang dapat mengatur dan menerapkan berbagai kebijakan perusahaan yang selaras dengan visi dan gaya kepemimpinan mereka.
Rasulullah Bisa Karena Biasa
Dari pengalaman yang ia miliki, ia membentuk pribadi yang mandiri, tanpa kompromi, kuat dan berani mengambil keputusan dalam kondisi sulit. Pada saat ini, Abu
Thalib telah bangkrut dalam perdagangan.
Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Harga BBM pada Perbankan, Klaim OJK: Pertumbuhan Ekonomi Kuat di atas 5%
Rasulullah, dengan segala pengalaman dan ilmu yang dimilikinya selama menjabat, mampu mengambil keputusan besar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak mungkin seorang pebisnis atau wirausahawan tidak melalui proses pembelajaran terlebih dahulu.
Menemukan pengalaman yang cukup untuk membangun bisnis Anda sendiri menjadi sangat penting.
Dengan cara ini kita lebih tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita yang perlu kita tingkatkan dan tingkatkan jika kita ingin memulai bisnis atau bisnis.
Karena proses atau pengalaman yang benar tidak akan mengungkapkan hasil yang kita terima.
Rasulullah as Memiliki Sifat Al-Amin