SuaraSumedang.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Machfud MD turut buka suara soal tragedi mematikan di Kanjuruhan.
Diketahui, buntut dari adanya tragedi berdarah tersebut, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil beberapa pihak untuk diperiksa seperti, Ketum PSSI, stasiun televisi serta PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Atas tragedi tersebut, dikatakan Mahfud MD, PT LIB, PSSI dan Indosiar selaku stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya saling lempar tanggungjawab.
Lebih lanjut, hal tersebut Mahfud MD ungkapkan melalui unggahan akun Instagramnya @mohmahfudmd pada Rabu (12/10/2022).
Dalam unggahannya itu, Menko Polhukam tersebut mengatakan, LIB, PSSI dan Indosiar saling lempar tanggung jawab terkait jadwal pertandingan.
"Terjadi saling menghindar dari tanggungjawab operasional lapangan antara pihak federasi, pengelola liga, panitia pelaksana, pihak keamanan, hingga penyelenggara siaran," kata Mahfud. Dilansir dari Suara.com, Kamis (13/10/2022).
Menurutnya,dikatakan Mahfud MD, aksi saling lempar tanggung jawab ata sembunyi tangan ini menjadi bukti kacaunya pelaksanaan Liga 1 di Indonesia.
Oleh sebab itu, kata Mahfud sangat membahayakan sepak bola di Indonesia.
Karenanya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) hingga kini belum bisa mengeluarkan rekomendasi atas peristiwa yang menewaskan 132 orang tersebut.