Profil Raja Haji Ahmad yang Dirayakan Google Doodle Hari Ini, Pahlawan Nasional Pelopor Sastra Melayu

Suara Sumedang

Sabtu, 05 November 2022 | 07:13 WIB
Profil Raja Haji Ahmad yang Dirayakan Google Doodle Hari Ini, Pahlawan Nasional Pelopor Sastra Melayu
Raja Ali bin Raja Haji Ahmad merupakan Pahlawan Nasional, pelopor sastra Melayu yang menjadi peletak dasar bahasa Indonesia. (Tangkap Layar Google.)

SuaraSumedang.id - Berikut profil Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau lebih dikenal Raja Haji Ahmad adalah seorang ulama dan peletak dasar Bahasa Indonesia.

Sosok pun turut dirayakan oleh Google Doodle hari ini, 5 November 2022 dengan menampilkan gambar pria, buku dan pena.

Raja Haji Ahmad pun dikenal sebagai pencatat pertama dasar, dan tata bahasa Melayu. Lalu, Raja Haji Ahmad ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, 5 November 2004.

Biografi singkat Raja Haji Ahmad, lahir di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga (sekarang Kepulauan Riau) sekitar  tahun 1808-1809.

Ayahnya bernama Raja Ahmad, pemilik gelar Engku Haji Tua setelah setelah ke Mekah, dan ibunya, Encik Hamidah binti Malik merupakan keturunan suku Bugis.

Raja Haji Ahmad merupakan cucu dari Raja Ali Haji Fisabilillah, merupakan bangsawan Bugis dari Kesultanan Lingga-Riau.

Pada 5 November 2004 lalu, melalui Keppres Nomor 89/TK/2004, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Raja Haji Ahmad atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.

Kemudian tanggal kematiannya masih menjadi perdebatan hingga saat ini, tetapi berdasarkan bukti-bukti kematian yang dirangkum dari sejumlah sumber, Raja Haji Ahmad dinyatakan wafat pada tahun 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Bahkan, di batu nisannya, terukir sebuah karya miliknya berjudul Tuhfat al-Nafis, yang berarti Hadiah Berharga untuk bisa dibaca oleh orang-orang saat berkunjung ke makamnya.

baca juga

Perjalanan Raja Haji Ahmad

Raja Haji Ahmad bersama ayahnya pergi ke Jakarta pada tahun 1822. Ia mendapatkan banyak kesempatan untuk belajar.

Selain itu, pada 1828, Raja Haji Ahmad masih bersama ayahnya dan 11 kerabat Bugis lainnya pernah menjadi Bangsawan Bugis pertama yang pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.

Saat memasuki usia 32 tahun, Raja Haji Ahmad berserta saudara sepupunya, Raja bin Jafar dipercaya untuk memimpin wilayah Lingga, pada tahun 1845, mewakili Sultan Mahmud Muzaffar Syah.

Sepupunya diangkat menjadi Dipertuan Muda Riau VIII, dan Raja Haji Ahmad menjadi penasehat keagamaan kesultanan.

Pada masa-masa itu, Raja Haji Ahmad mulai menerbitkan sejumlah karya-karya, seperti puisi pada tahun 1847 yang berjudul Gurindam Dua Belas.

Karyanya yang satu ini merupakan pelopor aliran sastra Melayu pada masanya hingga sangat dikenal.

Dua buku yang ditulisnya pun cukup terkenal, seperti Tuhfat al-Nafis (1860), dianggap sebagai sumber tidak ternilai tentang sejarah Semenanjung Melayu, dan Silsilah Melayu dan Bugis (1865.

Kemudian karya lainnya yang diterbitkan olehnya, yakni Bustan al-Kathibin (1857), Intizam Wazaif al-Malik (1857), serta Thamarat al-Mahammah (1857).

Raja Haji Ahmad memiliki jasa yang besar dilakukannya untuk Nusantara yakni menjadi pencatat pertama, dasar-dasar tata bahasa Melayu.

Dasar-dasar dan tata bahasa ini, dituangkannya dalam buku Pedoman Bahasa, yang akhirnya menjadi standar bahasa Melayu baku.

Bahasa Melayu baku ini akhirnya ditetapkan sebagai bahasa Nasional yang dikenal sebagai bahasa Indonesia pada Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Ditahan Imbang 0-0 Lawan Moldova di Leg Kedua

Indonesia Ditahan Imbang 0-0 Lawan Moldova di Leg Kedua

Surabaya | Sabtu, 05 November 2022 | 07:00 WIB

Google Doodle Hari Ini Tampilkan Raja Haji Ahmad, Simak Asal-usulnya

Google Doodle Hari Ini Tampilkan Raja Haji Ahmad, Simak Asal-usulnya

Sumedang | Sabtu, 05 November 2022 | 06:44 WIB

760.902 Ton Stok Pupuk Bersubsidi Siap Didistribusikan

760.902 Ton Stok Pupuk Bersubsidi Siap Didistribusikan

Bisnis | Sabtu, 05 November 2022 | 06:09 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×