SuaraSumedang.id - Mengenakan iket--tutup kepala khas Sunda--berwarna putih, Dedi Mulyadi memeluk erat seorang janda di depan pagar sebuah gedung. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar tersebut memejamkan kedua matanya, dengan posisi kepala gak menunduk.
Dagu Kang Dedi--sapaan akrab Dedi Mulyadi, bersentuhan dengan kepala ibu beranak lima tersebut dan hanya terhalangi oleh kerudung berwarna biru tosca.
Tangan kiri ibu yang dipeluk Kang Dedi, tampak memegang sebuah map berwana hitam. Ibu itu mengenakan pakaian lengan panjang berwarna oranye.
Rupanya, ibu itu baru saja ditimpa musibah, di mana rumahnya roboh dan di saat bersamaan, modal dagangnya habis hingga ibu itu kesulitan ekonomi karena tak bisa berjualan lagi.
"Rumah roboh, badan terjatuh dan sakit. Sementara, modal dagang habis hingga harus berhenti berjualan," tulis Kang Dedi di kolom keterangan unggahan Instagramnya, belum lama ini.
Tak hanya itu, Ijazah anaknya sudah dua tahun tak bisa diambil karena nunggak bayar biaya sekolah sebesar Rp1,9 juta. Ibu itu, kata Kang Dedi, berstatus janda beranak lima. Ia memutuskan cerai dengan suaminya.
"Ijazah SMK anaknya sudah dua tahun tidak bisa diambil karena nunggak Rp1,9 juta. Derita janda cerai beranak 5, warga Babakansari," bebernya.
Di akhir keterangan unggahan Instagramnya, mantan Bupati Purwajarta dua periode tersebut menuliskan kalimat bernada puitis, di mana saat sedang mendung, hatinya terasa hangat setelah mendengar keluh kesah seorang ibu yang membesarkan lima anaknya seorang diri.
"Pelukanmu menghangatkan mendungnya hari. Kisah janda dengan segudang masalah. Tetap tegar," tulis Kang Dedi.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Total 8 November 2022, Simak Jadwal Lengkapnya
Digugat cerai sang istri
Nama Dedi Mulyadi menyita atensi publik setelah istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menggugat cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta.
Ambu Anne--sapaan Anne Ratna, menepis tudingan yang beredar, kalau penyebab Ambu Anne melayangkan gugatan cerai karena masalah ranjang dan pihak orang ketiga dalam rumah tangganya bersama Kang Dedi.
"Kebutuhan batin itu tidak melulu urusan ranjang, namun perlu seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," kata Ambu Anne dikutip dari Suara Purwasuka - Jaringan Suara.com, Jumat (4/11/2022).
Ia mengaku tak ingin dicap sebagai perempuan tak tahu diri bak kacang lupa kulitnya karena sudah berani menggugat cerai Kang Dedi.
Alhasil, Anne meminta Kang Dedi jujur sudah berapa lama ia tak memberikan nafkah lahir dan batik kepada istrinya itu.