Pengusaha Kosan di Jatinangor, Sumedang, Menjerit, 'Sinyal' Cerah Belum Terlihat

Suara Sumedang | Suara.com

Minggu, 26 Februari 2023 | 14:51 WIB
Pengusaha Kosan di Jatinangor, Sumedang, Menjerit, 'Sinyal' Cerah Belum Terlihat
Banyak oengusaha kos-kosan di Jatangor yang pesimis hingga berencana menjual tempat usahanya. (SuaraSumedang.Id/AP Sutarwan)

SuaraSumedang.Id – Sejumlah pengusaha kosan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjerit.

Mereka juga melihat masa depan usaha kosan, tidak akan seperti diharapkan.

“Saya dan juga yang lainnya, sekarang tidak tahu apa yang harus dilakukan,” kata Nanang, seorang pengusaha kos kosan ketika ditemui SuaraSumedang.Id, baru-baru ini.

“Saya sudah merencanakan untuk menjual kos-kosan milik keluarga ini,” jelas Aini, pengusaha kos-kosan lainnya.

Seperti diketahui, pada tahun 80-an hingga 90-an, usaha kos-kosan di Jatinangor yang sangat marak seiring dengan berdirinya sejumlah perguruan tinggi, cukup menggiurkan.

Warga yang membangun kosan di sekitar rumahnya, bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan, saat itu.

“Saya bisa kuliah hingga tamat juga karena orang tua saya membangun kosan mahasiswa,” kata Nanang.

Jangan heran, jika warga Jatinangor yang kebetulan punya lahan dan punya sedikit modal, sengaja membangun kosan-kosan sederhana untuk mahasiswa.

Warga saat itu memanfaatkan banyaknya mahasiswa yang berdatangan ke Jatinangor untuk kuliah, baik di perguruan tinggi negeri seperti Unpad, ITB, IPDN (dulu STPDN), maupun swasta (IKOPIN).

Warga yang membangun kos-kosan, bukan hanya di sekitar kampus saja, tetapi tak sedikit juga yang tinggal agak jauh dari kampus seperti Cileles, Cikuda dan yang lainnya, tetapi masih masuk wilayah Jatinangor (dulu Cikeruh).

“Keluarga saya pernah punya kos-kosan di Cileles, ternyata banyak selalu penuh juga,” kata Aini.

Jelasnya, kata Nanang dan Aini, punya kosan pada tahun 80-an hingga 90-an itu menggiurkan. Bahkan, tak sedikit yang bisa berangkat Haji, berkasa usaha tersebut.

Terpukul apartemen

Akan tetapi, menurut mereka, menginjak tahun 2000 hingga sekarang, usaha kos-kosan di Jatinangor mulai meredup. Hasilnya tidak seperti tahun 80-an hingga 90-an lagi.

Penyebabnya, di Jatinangor, mulai berdiri apartemen yang ternyata menyasar mahasiswa juga, terutama mahasiswa dari kalangan atas.

‘Kami kira, apartemen tidak akan menggerus usaha kos-kosan, ternyata dugaan itu salah,” kata Nanang.

Setelah ada apartemen, sebagian mahasiswa dari keluarga berada, mulai melirik apartemen, terutama yang berdiri agak jauh dari kampus.

Nanang mengetahai itu karena ada mahasiswa yang semula tinggal di kos-kosan miliknya, diketahui pindah ke sebuah apartemen.

Berdasarkan catatan Rudi, tokoh masyarakat Jatinangor, mahasiswa yang tinggal di apartemen, sebenarnya tidak terlalu banyak.

“Dari sekira 10.000 mahasiswa, barangkali yang milih tinggal di apartemen hanya sekitar 500 mahasiswa saja,” kata dia.

Namun demikian, keberadaan apartemen tersebut, memang cukup berpengaruh kepada usaha kos-kosan di Jatinangor.

Pandemi Covid-19

Sudah jatuh tertimpa tangga. Demikian barangkali usaha kosan-kosan di Jatinangor tersebut, belakangan ini.

Betapa tidak. Setelah konsumennya ‘dicuri” sejumlah apartemen yang menawarkan harga murah dan system sewa juga, kos-kosan mereka ditinggalkan para mahasiswa.

Itu terjadi kurang lebih dua tahun lalu, setelah muncul pandemi Covid-19.

“Awalnya beberapa masiswa bertahan di kos-kosan ketika Covid-19 pertama kali muncul dengan harapan, pandemi berakhir,” kata Ismet.

Namun, setelah badai Covid-19 berkepanjangan, para mahasiswa satu-persatu pulang ke daerahnya masing-masing.

“Akhirnya, sekarang, kos-kosan di Jatinangor boleh dibilang kosong dari mahasiwa. Itu terjadi sejak dua tahun lalu. Bayangkan!” kata Nanang.

Usaha kos-kosan di Jatinangor itu, pada akhirnya lumpuh total. Ini membuat sejumlah pengusaha kos-kosan sekarang banyak yang merencanakan akan menjual usahanya.

Aini sebenarnya berharap usaha kos-kosan di Jatinangor akan cerah lagi seperti dulu. Namun bila melihat “sinyal” yang ada, kata dia, kemungkinan cerah seperti dulu, tidak akan terjadi.

“Saya dengar, beberapa kampus di Jatinangor, ke depan akan banyak melakukan kuliah jarak jauh via zoom kecuali IPDN. Jadi mahasiswa tidak akan banyak tinggal di kampus,” kata dia.

“Karena itulah, keluarga besar saya, berencana menjual kos-kosan,” kata Aini yang mengaku tak menyangka usaha kos-kosan di Jatinangor akan terpuruk seperti itu.

Ismet yang merupakan warga asli Jatinangor memperkirakan, kos-kosan milik warga setempat kemungkinan besar akan dijual sebagai dampak dari banyaknya apartemen dan kosan rasa apartemen, serta Covid-19.

“Kos-kosan yang bertahan nanti, barangkali hanya kos-kosan rasa apartemen milik pengusaha besar luar Jatinangor. Mereka sepertinya tak akan terpengaruh dengan kondisi ini. Mereka tidak menjerit,” kata Isme, warga Jatinangor. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melihat Keindahan Alam Jatigede dari Panenjoan, Rekomendasi Wisata di Kabupaten Sumedang yang Instagramable

Melihat Keindahan Alam Jatigede dari Panenjoan, Rekomendasi Wisata di Kabupaten Sumedang yang Instagramable

| Sabtu, 25 Februari 2023 | 09:37 WIB

Khas Sumedang, Alasan di Balik Belanda Membangun Lingga untuk Pangeran Aria Suria Atmaja

Khas Sumedang, Alasan di Balik Belanda Membangun Lingga untuk Pangeran Aria Suria Atmaja

| Sabtu, 25 Februari 2023 | 05:58 WIB

Prediksi Cuaca Sumedang Jumat 24 Februari Hari Ini : Berawan dan Hujan Ringan!

Prediksi Cuaca Sumedang Jumat 24 Februari Hari Ini : Berawan dan Hujan Ringan!

| Jum'at, 24 Februari 2023 | 07:31 WIB

Terkini

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:52 WIB

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:38 WIB

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Lampung | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:25 WIB

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:21 WIB

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Banten | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:07 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:02 WIB

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:43 WIB

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:11 WIB