sumedang

Puasa Sunah di Bulan Syawal, Ustadz Adi Hidayat: Tak Perlu Berurutan, Boleh Dilakukan Berselang

Suara Sumedang Suara.Com
Rabu, 19 April 2023 | 20:30 WIB
Puasa Sunah di Bulan Syawal, Ustadz Adi Hidayat: Tak Perlu Berurutan, Boleh Dilakukan Berselang
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal tata cara puasa Syawal.[Antara] (Antara)

SUARA SUMEDANG - Syawal senantiasa disebut-sebut sebagai bulan kemenangan bagi umat muslim. Hal tersebut karena selepas berpuasa selama satu bulan penuh di Ramadhan, umat muslim melaksanakan Sholat Id sebagai tanda syukur kepada Allah karena telah berpuasa selama Ramadhan.

Dalam bulan Syawal juga Rasulullah menganjurkan kepada umat muslim untuk berpuasa selama senam hari. Hal ini karena dalam pelaksanaannya terdapat keutamaan dari Allah bagi yang menjalankannya.

Dikutip sumedang.suara.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official pada Rabu, (19/4/2023) Adi Hidayat sampaikan keutamaan puasa di bulan Syawal adalah mendapat pahala seperti berpuasa selama satu tahun.

"Barang siapa puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang masa. Sebulan ditambah selama 6 hari ini nilainya setara dengan satu tahun,” tutur Ustaz Adi Hidayat yang membacakan hadits Nabi.

Akan tetapi, berbeda seperti puasa Ramadhan yang hitungan pelaksanaannya sudah jelas selama satu bulan. puasa sunnah di bulan Syawal dilaksanakan selama enam hari boleh dilaksanakan selama berurutan atau secara berselang.

"Teknis penunaian Puasa Syawal ini diungkapkan dengan kalimat yang memiliki 2 pemaknaan. Bisa berurutan, bisa juga berselang, jadi ada jedanya. Bisa diselingi oleh suatu kondisi, kegiatan atau peristiwa yang lain, tetapi tetap diikutkan di dalam frame yang sama," tutur ustaz Adi Hidayat.

Kemudian Adi Hidayat juga jelaskan alasan diperbolehkannya puasa di bulan syawal dengan teknis pelaksanaan berselang, menurutnya bahwa banyak situasi dan kondisi pada momen idul fitri ini banyak tamu dan makanan yang justru sunnah untuk membatalkan.

"Namun jika ada kondisi yang membuatnya tidak mungkin dilakukan secara berurutan, maka boleh di selang dulu selama satu atau dua hari atau berdasarkan kondisi tertentu. Contoh: Boleh jadi di hari kedua masih ada pertemuan dan kunjungan keluarga, dimana masih banyak hidangan-hidangan yang dipersembahkan. Maka sunnah yang terbaik adalah tidak berpuasa," tutup ustaz Adi Hidayat.(*)

Sumber: YouTube Adi Hidayat Official

Baca Juga: 17 Link Twibbon Idul Fitri 2023, Cocok untuk Digunakan Profil Media Sosial

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI