SUARA SUMEDANG - Viralnya aksi kasar dari pria berseragam loreng yang diduga anggota TNI di jalan Bekasi menuai sorotan luas.
Diketahui kejadian penendangan diduga anggota TNI kepada seorang pengendara motor Ibu yang berboncengan dengan anaknya, disebabkan rem mendadak.
Kini viralnya aksi tendangan itu juga ikut direspons oleh Budayawan Sujiwo Tejo.
Menariknya Sujiwo Tejo dalam komentarnya mengambil pelajaran yang terdapat dalam kisah pewayangan.
Selain itu Sujiwo Tejo juga tampak mengungkapkan nama Panglima TNI saat ini yakni Laksamana Yudo Margono dalam dunia pewayangan.
"Di Wayang, jangankan lelaki menyakiti perempuan, lelaki sedang punya power namun membiarkan perempuan dipermalukan saja, itu si pembiar dianggap lelaki yang sudah mati." kata Sujiwo Tejo dalam keterangan tertulis di Instagaram.
Ia kemudian menjelaskan tokoh Bisma yang berkuasa di Astina, menurutnya ia tak hanya mati ditangan Srikandi saat Bharatayuda, melainkan sudah sejak lama sebelumnya.
Kematian Bisma menurut Sujiwo Tejo, yaitu telah mati sejak membiarkan istri Pandawa, Drupadi ditelanjangi di depan umum oleh Kurawa usai Pandawa kalah.
Masih dalam responnya, Sujiwo Tejo juga menjelaskan bahwa nama panglima TNI yang berkaitan dengan dunia pewayangan.
"Namanya pun nama wayang. Yudo artinya perang, Margono adalah nama alias dari Arjuna, tokoh perang papan atas." tulis Sujiwo Tejo.
Selanjutnya dalam pesannya, Sujiwo Tejo menyarankan agar Panglima TNI Yudo Margono memeriksa kondisi anggota tentara penendang pengendara Ibu-ibu itu.
Sebab menurut Sujiwo Tejo, karena kelakuan seperti itu kemugnkinan dilakukan oleh lelaki yang memiliki masalah berat.
"Hanya lelaki yang punya masalah berat uang secara nalar saya, bisa seperti." kata Sujiwo Tejo.(*)