SUARASUMEDANG - Korban penembakan M, orang tidak dikenal (OTK) ke Kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat Jakarta, diketahui menjadi tiga orang.
Semula, pihak MUI menyebut korban penembakan OTK tersebut hanya dua orang.
Hal itu disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, beberapa jam lalu.
"Terdapat tiga korban penembakan OTK yang harus dirawat di RS Agung," kata dia.
Ketuga korban penembakan tersebut disebutkan bernama Bambang dan Tri, serta seorang lagi yang tidak disebutkan namanya.
Ketiganya adalah karyawan MUI bagian resepsionis serta seorang satpam.
Dalam insiden tersebut, kata dia, satu korban terkena luka tembak pada bagian punggung, dan dua korban lainnya luka ringan akibat serpihan kaca.
"Sekarang sedang dalam penanganan medis di RS Agung. Mudah-mudahan segera pulih," kata dia.
Dalam penjelasannya, Asrorun berharap kasus itu diusut tuntas dan profesional, termasuk mengenai motifnya. Semuanya demi memberikan kepercayaan publik mengenai jaminan keamanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Berkumpul di Istana, Megawati Ikut Hadir
Selain itu, dia juga berharap, kasus itu tidak dijadikan ajang spekuliasi masyarakat.
"Berharap tidak dijadikan ajang spekulasi pada masalah di luar hukum," ucap Asrorun.
Kantor MUI Pusat, seperti diketahui, ditembak orang menggunakan air soft gun pada Selasa siang sekira pukul 11.00 WIB.
Tiga orang yang sedang berada di kantor diketahui mengalami luka-luka akibat terserempet peluru dan pecahan kaca.
Sementara pelaku penembakan berinitial M diketahui tewas, dengan penyebab belum diketahui. (*)