SUARA SUMEDANG - Musim kemarau kini mulai masuk di sejumlah wilayah di Indonesia dengan ditandai tak lagi turunnya hujan.
Alhasil, tak menutup kemungkinan akan terjadinya potensi kekeringan di sejumlah daerah.
Satu di antaranya di Kabupaten Sumedang. Lebih kurang 33 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Sumedang berpotensi mengalami kekeringan.
Mengingat saat ini sumber mata air untuk lahan pertanian dan sumur warga di sejumlah daerah mulai menyusut.
Menyikap hal tersebut, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir meminta warganya untuk hemat air bersih.
Tak hanya itu, dia pun berharap para petani bisa memanfaatkan sumber air dan memilih jenis tanaman yang akan ditanam.
“Sudah harus bisa menghemat air bersih dari mulai sekarang. Dan juga tentunya bagi petani agar dapat memilih jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air banyak. Itu harus diperhitungkan agar tidak rugi, akibat tanamanan mati karena kekeringan,” kata Bupati, Minggu (27/8).
Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi, ia pun meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan camat agar mendeteksi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Saya sudah instruksikan kepada jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dalam hal menangani lahan pertanian yang mengalami kekeringan," katanya.
Baca Juga: Sentil PSSI, Eks Pelatih Timnas Indonesia Ini Sebut Kunci Kemajuan Sepak Bola Tanah Air
Tidak hanya itu, Dony pun menetapkan status siaga darurat bencana di Kabupaten Sumedang.
"Semua harus terantisipasi dan terkalkulasikan dengan baik, untuk mengurangi resiko akibat kekeringan. Dalam situasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Sumedang Nomor 297 Tahun 2023, yang berlaku sampai 31 Oktober 2023,” pungkasnya.(*)