Anehnya pengurus resmi membantah adakan acara tersebut.
Abdullah Hai, Ketua DPC PPP Jakarta Pusat, menuturkan hal tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Padahal, kantor dalam keadaan terkunci dan hanya ada satu petugas kebersihan.
"Gerombolan yang mendeklarasikan atas nama salah satu Capres itu, sungguh diluar nalar kita. Karena tidak ada tanda-tanda dan tidak ada pemberitahuan kepada pihak kami," jelas Abdullah.
Kurang lebih sekitar 40 orang meminta petugas kebersihan untuk membuka kantor. Mereka mengaku sebagai pengurus partai. Awalnya sang petugas menolak sebab tidak ada orang yang ia kenali di gerombolan itu.
"Namun, mungkin karena dia baru, karena dia takut (mereka) menjual nama PPP, mereka buka lah karena untuk rapat," papar Abdullah.
Deklarasi palsu itu hanya berlangsung satu jam. Mereka lantas pergi tanpa merapikan barang-barang yang digunakan.
"Saya sampe sini jam 15.00 WIB lewat, sudah tidak ada, ini keadaannya seperti ini, pintu sudah terbuka, berkas-berkas disini, ada banyak paku disini, sama spanduknya belum dicabut," pungkasnya.
Pada pemberitaan yang lalu, Ganjar Pranowo terus mendapat dukungan dari PPP di berbagai daerah untuk menjadi capres. Ketua Majelis Pertimbangan Cabang PPP Jakarta Pusat, Mujahid Samal menyatakan dukungan ini berdasarkan kinerja Ganjar yang bagus dan dianggap membawa kesejahteraan.
“Selama menjadi anggota DPR RI dan Gubernur Jawa Tengah dua periode, Ganjar memiliki prestasi dan kualitas yang baik. Bahkan, beliau mampu melanjutkan pembangunan-pembangunan nasional,” tutur Mujahid.
Baca Juga: Kuota PPPK Tenaga Kesehatan 2022 Berapa? Ini Kriteria dan Persyaratannya
Ia menyebutkan Ganjar mempunyai kemampuan di bidang pemerintahan. Ganjar juga termasuk sosok religius dan menempati posisi elektabilitias teratas di beberapa lembaga survei
“Elektabilitas Ganjar di beberapa lembaga survei tinggi. Kami yakin beliau mampu mendapatkan kesempatan untuk menang dan memimpin Indonesia lebih baik lagi,” ungkap Mujahid.