Klub Liga 1 Indonesia RANS Nusantara FC dan Madura United kompak menyampaikan bahwa mereka tidak mau bersuara soal siapa sosok potensial yang bisa dijadikan calon Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) nanti.
Presiden klub RANS Nusantara FC, Roofi Ardian mengatakan bahwa untuk berbicara soal tersebut menurutnya hal itu terlalu jauh. Apalagi, kata dia, RANS Nusantara FC masih merupakan klub yang baru terbentuk.
"Terlalu jauh kalau kita berbicara itu, apalagi kmai masih tim baru," kata Roofi dikutip ANTARA, Jumat (4/11/2022) malam.
Roofi hanya berharap sosok siapa saja yang bakal jadi Ketua Umum PSSI merupakan sosok yang terbaik. "Jadi kami berharap siapa pun yang terpilih, semoga yang terbaik," katanya.
Lebih lanjut, ketika ditanya perihal beredarnya nama-nama calon pengganti Ketua Umum PSSI seperti Menteri BUMN Erick Thohir dirinya enggan menjawab soal itu.
"Kami tidak mau ikut-ikut ke arah sana," ujarnya.
Senada dengan Roofi, Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq juga belum ingin berkomentar soal siapa sosok potensial yang bakal jadi calon Ketua Umum PSSI.
"Para calon nantinya akan disampaikan oleh Komite Pemilihan PSSI. Setelah itu ada, barulah bisa bicara si A, B, C," ucapnya.
Berbeda dengan RANS Nusantara dan Madura United, Sriwijaya justru secara terang-terangan mengatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir merupakan sosok yang ideal untuk menjadi calon Ketum PSSI.
Baca Juga: Alfriyanto Nico Sebut Timnas U-20 Masih Punya Banyak PR
"Untuk rekomendasi calon ketua umu, salah satu figur yang cocok dan tepat ya pak Erick Thohir, sebab kita sebenarnya mengharapkan PSSI ke depan lebih baik," kata Faisal dikutip Antara, Kamis (3/11/2022).
Faisal mengatakan Erick Thohir memiliki pengalaman manajerial sepak bola dan tim cabang olahraga lainnya baik dalam tingkap nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan bahwa hal tersebutlah yang kemudian menjadi pertimbangan bagi manajemen Sriwijaya FC untuk merekomendasikan nama Erick Thohir masuk sebagai calon Ketua Umum PSSI selanjutnya.
Terlepas dari semua itu, Faisal mengajak semua pihak pemangku kepentingan untuk fokus mencarikan solusi terkait keberlanjutan Liga Indonesia yang saat ini tertunda pascatragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur beberapa
waktu lalu.