Pemain timnas Indonesia Jordi Amat Maas mengatakan bahwa dirinya sangat optimis dengan kekuatan skuad tim Garuda yang ada saat ini. Menurutnya, komposisi pemain yang ada ini sudah sangat solid dan siap untuk menghadapi turnamen.
"Saya berpikir sangat positif. Ini tim kuat, punya banyak opsi untuk menghadapi sebuah turnamen yang ketat," kata pemain kelahiran 21 Maret 1992 itu, Jumat (3/12/2022).
Bek asal Johor Darul Ta'zim Football Club (JDTFC) itu mengatakan bahwa mereka punya pemain yang sangat kuat dan tim ofisial yang solid. "Kami bisa memenangkan (turnamen) itu. Kami punya pemain yang sangat kuat, juga dengan staf dan pelatih. Kita akan melakukan yang terbaik bersama-sama," tambahnya.
Jordi optimis kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman itu bisa menjadi andalan Timnas Garuda untuk mendapatkan hasil terbaik pada Piala AFF 2022 ini.
Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja dan Brunei Darussalam. Kamboja menjadi lawan perdana sekaligus dijamu skuad Garuda pada 23 Desember mendatang. Setelah itu, anak asuh pelatih Shin Tae-yong ini bertandang ke markas Brunei Darussalam (26/12), lalu menjamu Thailand (29/12) dan away ke Filipina (2/1).
Meski baru satu hari bergabung di lapangan dengan rekan-rekannya, Jordi Amat langsung merasakan sesuatu yang sangat positif. Mantan pemain Espanyol, Rayo Vallecano dan Real Betis itu menilai kekuatan Timnas Indonesia patut diperhitungkan.
Jordi sendiri baru bergabung bersama rekan-rekan timnas lainnya di pemusatan latihan di Bali pada Kamis (1/12/2022) kemarin. Dia mengaku senang dan antusias menjalani latihan bersama penggawa skuad Garuda.
"Saya sangat senang, akhirnya proses tersebut telah selesai. Saya bisa bermain untuk Timnas Indonesia, jadi saya sangat bergairah dan bahagia," kata Jordi Amat.
Saat ini, Jordi yang barus mengantongi status legal sebagai warga Negara Indonesia setelah FIFA menerima pergantian federasi dirinya usai menjadi pemain naturalisasi itu sedang fokus untuk menghadapi Piala AFF 2022 yang akan digelar pada 20 Desember 2022 sampai 16 Januari 2023 mendatang.
Baca Juga: Warga Protes Besar-besaran, Pemerintah China Bakal Longgarkan Kebijakan "Nol Covid"