Warga Protes Besar-besaran, Pemerintah China Bakal Longgarkan Kebijakan "Nol Covid"

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Sabtu, 03 Desember 2022 | 16:30 WIB
Warga Protes Besar-besaran, Pemerintah China Bakal Longgarkan Kebijakan "Nol Covid"
Aksi protes di Beijing, China, pada Senin (28/11). (Michael Zhang / AFP)

Suara.com - Pemerintah China mengisyaratkan kesiapannya untuk melonggarkan kebijakan radikal "nol COVID" buntut gelombang protes besar-besaran terhadap lockdown dan langkah pembatasan ketat lain.

Wakil Perdana Menteri China Sun Chunlan menjadi sosok yang bertanggung jawab atas langkah pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Ia menyatakan bahwa patogenisitas varian Omicron melemah, demikian laporan dari kantor berita Xinhua.

Wakil PM China Sun juga menyatakan pemerintah telah mengatur kondisi "untuk mengubah langkah-langkah tanggap epidemi".

Pernyataan Sun di Komisi Kesehatan Nasional itu disampaikan menyusul kemarahan publik di China selama akhir pekan lantaran adanya kebijakan pembatasan yang ketat.

Secara terbuka, sejumlah demonstran mencela Partai Komunis yang berkuasa yang dipimpin Presiden Xi Jinping.

China telah mencatat kasus Covid-19 harian sekitar 33.000 di daratan hingga Kamis. Angka itu sedikit menurun dari rekor tertinggi yang mencapai hampir 39.000 pada Minggu. Namun, angka itu masih berada pada level yang tinggi.

Berita Xinhua melaporkan setelah aksi protes, beberapa pembatasan di Guangzhou, China Selatan telah dilonggarkan. Bioskop, pusat rekreasi, restoran, dan pusat rekreasi dibuka kembali.

Di Beijing, pasar swalayan telah diizinkan untuk dibuka kembali setelah penutupan selama satu hari.

Penduduk Beijing juga tidak perlu lagi untuk menjalani tes Covid, termasuk lansia dan mereka yang bekerja atau bekerja belajar dari rumah.

Kereta bawah tanah dan bus di Beijing pun tidak lagi mewajibkan penumpang untuk menunjukkan hasil tes COVID negatif yang diambil dalam waktu 48 jam, mulai Senin depan (5/12), kata media pemerintah China itu.

Di China, orang-orang diharuskan untuk sering melakukan tes COVID agar dapat pergi ke tempat umum. Mereka yang berada di daerah lockdown dilarang meninggalkan rumah mereka dan kerap kesulitan mendapatkan cukup makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kedutaan Besar AS di Beijing telah mendorong warga Amerika di China untuk menyimpan persediaan obat-obatan, air kemasan, dan makanan selama 14 hari. Kedutaan Besar Jepang di Beijing juga menyarankan warga Jepang di China untuk menyiapkan stok barang-barang kebutuhan untuk 10 hari.

Sementara itu, pihak berwenang China diyakini mewaspadai kemungkinan bahwa para pelayat yang berkumpul untuk mengenang Jiang Zemin dapat berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah. Mantan Presiden itu meninggal pada Rabu dalam usia 96 tahun.

Ada seruan yang diunggah di media sosial agar masyarakat berkumpul untuk mengenang mantan pemimpin China itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Keparahan karena Covid-19 Lebih Tinggi, Pengidap HIV Tak Boleh Tunda Vaksinasi

Risiko Keparahan karena Covid-19 Lebih Tinggi, Pengidap HIV Tak Boleh Tunda Vaksinasi

Health | Sabtu, 03 Desember 2022 | 12:45 WIB

Update COVID-19 Jakarta 2 Desember: Positif 1.644, Sembuh 2.424, dan Meninggal 7 Orang

Update COVID-19 Jakarta 2 Desember: Positif 1.644, Sembuh 2.424, dan Meninggal 7 Orang

Jakarta | Jum'at, 02 Desember 2022 | 22:00 WIB

Kasus Covid 19 di Depok Kembali Naik

Kasus Covid 19 di Depok Kembali Naik

| Jum'at, 02 Desember 2022 | 16:12 WIB

Bansos Rp476 Triliun Akan Disalurkan Tahun 2023, Berikut Daftar Programnya

Bansos Rp476 Triliun Akan Disalurkan Tahun 2023, Berikut Daftar Programnya

Bisnis | Jum'at, 02 Desember 2022 | 14:34 WIB

Prioritas Bidang Kesehatan Ala Jokowi Setelah Pandemi Usai

Prioritas Bidang Kesehatan Ala Jokowi Setelah Pandemi Usai

| Jum'at, 02 Desember 2022 | 10:17 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB