Institusi Polri sedang menjadi sorotan, dimana marak pemberitaan tentang oknum-oknum polisi yang melakukan tindakan secara pribadi namun mencoreng nama besar institusi. Seperti kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo, lalu muncul kasus perselingkuhan yang terciduk baik sesama anggota polisi atau dengan sipil, ada pula pekan lalu muncul berita polisi tembak polisi hanya dikarenakan sakit hati dan dendam pribadi. Rentetan kasus yang membawa nama jabatan 'polisi' membuat masyarakat memiliki stigma negatif terhadap para polisi.
Jika banyak sorotan dimana polisi terutama yang sudah memiliki jabatan akan terlena dengan kemewahan dan menghamburkan uang untuk berbelanja, sosok pria bernama AKP Dr.H.Heru Meiyanto,MSi, MM, MAP yang memiliki jabatan sebagai Kapolsek Pengasih malah menjual rumahnya untuk membangun masjid di halaman belakang Polsek Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
JUAL RUMAH UNTUK BANGUN MASJID
![Kapolsek Pengasih, AKP Heru Meiyanto [Situs Polri]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/09/10/1-images-2022-09-10t231138845.jpeg)
Membangun masjid dari hasil jual rumah, dilakukan Heru atas dukungan keluarganya. "Ini kami sekeluarga, saya, anak dan istri tentunya sudah musyawarah kecil. Saya sampaikan kepada mereka bahwa hidup di dunia tidak lama. Jadi tidak usah terlalu mekengkeng (menggenggam) harta yang dimiliki saat ini, karena akan ditinggalkan sewaktu meninggal dunia. Olehnya mumpung ada kesempatan, diberikan kesehatan, kelapangan rezeki dan lain-lain, manfaatkan. Jangan pelit-pelit dengan harta yang kita terima saat ini," kata Heru, Jumat (9/9/2022).
"Jadi, uang hasil penjualan (rumah) itu insya Allah akan kita manfaatkan untuk bangun masjid. Jika ini sudah selesai dan uangnya masih cukup, ada sisa, kita manfaatkan lagi untuk membangun masjid-masjid yang lain," tambahnya.
Heru menceritakan, muncul niat awal untuk membangun masjid ini ketika ia pertama kali bertugas di Polsek Pengasih pada Februari 2022 lalu.
"Berawal karena kondisi mushola yang sudah ada di Polsek Pengasih, waktu itu kurang lebih ya hanya muat untuk tiga orang berjamaah. Dengan luasan waktu itu 1,5x2 meter. Padahal, anggota di Polsek Pengasih ada 62 orang, yang mohon maaf non muslim, satu. Sehingga kita itu kalau jamaah bergantian, maksimal lima. Itu pun dipaksakan sangat mepet. Setelah shalat jamaah, kita juga ada untuk tartil Qu'ran maupun tafsir Qur'an," ujar Heru.
"Nah setelah itu ,saya merasa tergerak hati saya, dan tersentuh untuk mengembangkan mushola yang sudah ada. Kita kembangkan menjadi masjid, yang saat ini sudah berdiri di belakang saya," jelasnya.
BUKAN MASJID PERTAMA
Tersorot karena kerelaannya menjual rumah untuk membangun Masjid di Polsek Pengasih, ternyata ini bukan pertama kalinya Heru membangun Masjid di daerah ia ditempatkan. Melainkan, ini sudah Masjid ketiga yang Heru bangun dengan uang pribadinya. Meskipun ia menjelaskan, bahwa tidak seutuhnya dari uang pribadinya, namun ada juga sumbangsih dari orang lain yang menitipkan rejekinya untuk menambahkan uang pembangunan Masjid.
Sebelumnya, ketika menjabat di Polsek Samigaluh, Heru juga membangun Masjid dan Pondok Pesantren disana. Dua masjid dan satu pesantren tersebut dibangun pada akhir tahun 2020 silam. "Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah menyelesaikan pembangunan masjid ini yang ketiga, untuk pondok pesantren satu. Yang dua itu ada di wilayah Samigaluh, sewaktu saya menjabat di Polsek Samigaluh," jelas Heru.
GURU NGAJI, MUADZIN DAN PENGAJAR PONPES
![AKP Dr.H.Heru Meiyanto,MSi, MM, MAP [Situs Polri]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/09/10/1-akp-drhheru-meiyantomsi-mm-map.jpeg)
Aksi Kapolsek Heru yang viral, ternyata dianggap sudah biasa oleh lingkungannya. Hal ini dikarenakan memang Heru sudah terkenal akan kemurahan hatinya untuk merelakan hartanya dibagi untuk menyumbang, terutama membangun Masjid.
Di mata tetangganya, Heru merupakan sosok yang bersahaja dan religius. Suyitna, salah satu tetangganya mengungkapkan bahwa di sela kesibukannya sebagai anggota Polri, Heru pun kerap menjadi guru ngaji serta menjadi muadzin, pengumandang adzan. Heru juga menjabat sebagai Ketua RW setempat. "Di sini, dia tokoh ya. Di samping polisi, dia juga guru ngaji, muadzin. Sering khotbah di mana-mana, dan juga sebagai ketua RW di perumahan sini," tukasnya.
Heru juga diketahui aktif sebagai pengajar di beberapa Pondok Pesantren (Ponpes), diantaranya Ponpes Sulaimaniyah di Sogan, Kapanewon Wates, Ponpes Imam Asyafii di Tunjungan, Kapanewon Pengasih dan Ponpes Al Furqon di Gerbosari, Kapanewon Samigaluh.
Bapak dari dua anak yang sudah menyelesaikan pendidikannya sampai S3 ini, ketika ditanyakan sampai kapan mau melancarkan aksinya membangun tempat ibadah, dengan tegas ia menjawab hingga akhir hayat. "Cita-cita kami sampai akhir hayat, berusaha membangun dan memakmurkan masjid. Minimal bisa sebagai motivasi saudara-saudara kita. Kalau kata almarhum simbah (kakek/nenek) saya, jika ingin masuk surga jangan sendiri, ajaklah orang lain," tutupnya.