CEK FAKTA: Menurut Erick Thohir, Naik Turunnya Harga BBM di Indonesia Tidak Ditentukan Oleh Harga Minyak Mentah Dunia

Suara Tangsel

Kamis, 08 September 2022 | 23:37 WIB
CEK FAKTA: Menurut Erick Thohir, Naik Turunnya Harga BBM di Indonesia Tidak Ditentukan Oleh Harga Minyak Mentah Dunia
Menteri BUMN, Erick Thohir (Wikipedia)

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 3 September 2022 kemarin memang menjadi perhatian besar masyarakat. Bahkan, BBM Non Subsidi yakni Pertamax pun mengalami kenaikan. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia sedang mengalami penurunan. Hal ini yang membuat masyarakat menjadi protes dan tidak menyetujui kenaikan harga BBM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, kenaikan harga BBM yang saat ini terjadi dikarenakan pemerintah mengurangi subsidi, tidak berpengaruh dengan harga minyak mentah dunia, "Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun. Cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi," jelasnya.

Erick menyebut BBM seperti Pertalite dan Solar masih dalam subsidi. Sehingga naik turunnya adalah tergantung subsidi dari pemerintah. Berbeda dengan Pertamax. Erick menilai, jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar US$95 per barel turun menjadi US$75 per barel, maka akan diikuti dengan turunnya harga jual Pertamax kepada masyarakat. "Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax kan harga pasar, jadi bisa saja turun. Tapi, apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar? Tidak bisa, karena itu subsidi," kata Erick.

Erick pun menambahkan, harga BBM Non Subsidi seperti Pertamax memang memiliki peluang untuk turun, "Harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia," tambah Erick, Kamis, 8 September 2022. Apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

Melihat penjelasan diatas, faktanya tidak seluruhnya benar, bahwa menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, naik turunnya harga BBM di Indonesia tidak ditentukan oleh harga minyak mentah dunia. Hal tersebut betul, namun hanya berlaku untuk BBM Subsidi seperti Pertalite dan Solar. Karena, BBM Subsidi ditentukan oleh besar kecilnya subsidi pemerintah. Sedangkan untuk BBM Non Subsidi, naik atau turunnya tetap berpacu pada harga minyak mentah dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEK FAKTA: Telah Ditetapkan! Harga Baru Pertalite Rp.10.000 Berlaku 1 September 2022

CEK FAKTA: Telah Ditetapkan! Harga Baru Pertalite Rp.10.000 Berlaku 1 September 2022

Tangsel | Selasa, 30 Agustus 2022 | 06:05 WIB

CEK FAKTA: Bukan Cuma Pertalite! Pertamax Ternyata Juga Dapat Subsidi 30%, Mobil Mewah Yang Menikmati

CEK FAKTA: Bukan Cuma Pertalite! Pertamax Ternyata Juga Dapat Subsidi 30%, Mobil Mewah Yang Menikmati

Tangsel | Senin, 29 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Daftar Mobil yang Akan Dilarang Membeli BBM Subsidi Pertalite

Daftar Mobil yang Akan Dilarang Membeli BBM Subsidi Pertalite

Tangsel | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 13:58 WIB

Siap-siap Memakai BBM Subsidi, Kuota Pertalite Diperkirakan Hanya Sampai Bulan Oktober

Siap-siap Memakai BBM Subsidi, Kuota Pertalite Diperkirakan Hanya Sampai Bulan Oktober

Tangsel | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 13:50 WIB

Terkini

Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka

Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka

Jabar | Minggu, 05 Juli 2026 | 23:11 WIB

Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional

Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional

Sumsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 22:43 WIB

Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani

Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:38 WIB

ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman

ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman

Jogja | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:37 WIB

WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali

WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali

Bali | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:19 WIB

Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan

Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan

Jatim | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:16 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare

Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:12 WIB

Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang

Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang

Jatim | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:00 WIB

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:55 WIB

×