Berawal dari kecenderungan dimana menurunnya pendapatan dan juga buying power pasca pandemi , masyarakat lebih memilih opsi membeli barang-barang bekas pakai atau yang biasa dikenal dengan thrifting.
Peluang dan bisnis thrifting atau thrift shop belakangan ini memang sedang diminati oleh kawula muda di kota - kota besar di Indonesia.
Melihat fenomena ini , banyak bermunculan thrift shop baik online maupun offline di tempat yang mereka anggap strategist. Ada juga yang menjual beberapa barang-barang pribadinya dengan kualitas baik melalui sosmed , yang biasa mereka sebut barang preloved.
Thrifting sering disamakan dengan preloved. Padahal keduanya terdapat perbedaan dan persamaan yang mendasar. Thrifting merupakan bisnis pakaian bekas yang didatangkan dari luar negeri, sedangkan preloved adalah usaha barang bekas yang berasal dari kepemilikan sendiri.
Persamaan thrifting dan preloved adalah keduanya sama-sama menjual berbagai barang bekas yang masih bagus untuk digunakan. Perbedaannya ada di dari mana barang yang dijual itu berasal.
Jika kamu juga menyukai bisnis yang berkaitan di bidang fashion atau masih belum memiliki ide bisnis, membuka thrift shop dapat menjadi pilihan, ada beberapa hal penting yang harus kamu ketahui terlebih dahulu, Jangan sampai, usaha yang kamu jalankan justru merugi .
![Ilustrasi thrift shop. (Unsplash/Nilay Sozbir) [(Unsplash/Nilay Sozbir)]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/09/28/1-ilustrasi-thrift-shop-unsplashnilay-sozbir.jpg)
Kemudian, bagaimana cara memulai bisnis thrifting yang benar? berapa modal usaha bisnis thrifting sekarang ini? Berikut adalah beberapa tips untuk memulai usaha barang bekas atau Thrifting .
1. Tentukan Modal .
Siapkan modal yang ingin kamu tentukan untuk memulai sebuah thrift shop. Selain itu, kamu juga perlu kesabaran ekstra dalam menemukan barang yang bagus agar dapat memaksimalkan modal kamu. Pada dasarnya, hal ini tergantung dari jenis pakaian yang kamu jual, apakah dari merek terkenal atau bukan. Selain itu, kamu harus menentukan apakah bisnis ini akan dilakukan secara online atau offline .
Baca Juga: Kesal Dengan Sikap Pegawai Bank, Nasabah Menarik Uangnya 11 Milyar Rupiah dan Minta Dihitung Manual
2. Tentukan Produk Yang Ingin Dijual.
Saat ini bisnis thrifting menyasar kaum pria dan wanita, namun ada juga sebagian thrift shop yang fokus menjual pakaian wanita saja. Oleh karena itu, kamu harus menentukan siapa target konsumen kamu, setelah itu tentukan model pakaian apa yang ingin dijual, apakah fokus menjual celana, jaket, sweater, jam tangan atau aksesoris antik lainnya.
3. Cari Dan Pilih Supplier Yang Tepat
Selanjutnya adalah menemukan supplier yang tepat untuk memenuhi kebutuhan stok barang. Sebenarnya, kamu bisa mencari sendiri barang bekas yang akan kamu jual dengan thrifting, misalnya ke Pasar Cimol Gedebage Bandung, atau ke Pasar Senen .Tentu butuh waktu yang lama untuk memilih satu persatu, akan tetapi ku bisa memilih sendiri barang yang sesuai selera kamu, sekaligus dapat menyaring barang yang sudah pasti bagus untuk dijual kembali . Kamu juga bisa mendapatkan stok melalui supplier, bisa yang di dalam negeri atau dari luar negeri. Kalau baju bekas, biasanya dikirim dalam 1 karung besar, untuk yang seperti ini biasanya kita tidak bisa tahu isi dan kualitas barang di karung tersebut pun beraneka macam.
4. Jaga Kualitas Dan Kebersihan Produk.
Produk thrift shop memang memiliki kualitas yang masih bagus, biasanya produk tersebut dikirim dalam jumlah banyak dari luar negeri. Jadi, penting untuk menjaga kebersihan produknya. Misalnya, laundry sebelum dijual dan dipasarkan agar lebih menarik.