tantrum

Air Kencing Dikerebungi Semut, Waspada Terpapar Diabetes

Tantrum Suara.Com
Rabu, 31 Agustus 2022 | 06:35 WIB
Air Kencing Dikerebungi Semut, Waspada Terpapar Diabetes
Toilet umum. (Markus Spiske from Pixabay)

TANTRUM - Mungkin Anda pernah lupa menyiram kloset setelah buang air kecil. Beberapa saat setelahnya, Anda ingat dan berniat untuk menyiramnya. Namun, Anda malah mendapati bekas air kencing dikerubungi semut.

Apakah ini adalah tanda penyakit? Jika iya, apa penyebabnya? Simak penjelasan dr. Patricia Lukas Goentoro dari laman Hello Sehat, dicuplik Rabu, 31 Agustis 2022.

Semut biasanya mengerubungi makanan manis, seperti kue, permen, atau bekas tumpahan susu. Namun, beberapa orang mendapati semut juga mengerubungi urine (air kencing).

Hal ini mungkin Anda ketahui ketika lupa menyiram kloset atau membersihkan kamar mandi setelah buang air kecil.

Walaupun cukup aneh, kondisi ini ternyata bisa dijelaskan secara medis. Jadi, penyebab utama air kencing dikerubungi semut adalah glikosuria, yakni adanya gula (glukosa) pada urine.

Biasanya, ginjal akan menyerap gula darah (glukosa darah) kembali ke pembuluh darah dari cairan apa pun yang dikonsumsi.

Ketika glukosuria terjadi, ginjal tidak dapat mengambil cukup gula darah dari urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Gula yang tidak terambil ini akan keluar bersama urine, dan bila didiamkan bisa mengundang semut-semut yang ada di rumah datang dan berkerubung.

Menurut buku Physiology, Glycosuria, adanya sejumlah kecil glukosa pada urine dianggap normal.

Baca Juga: Kondang dengan Semboyan "Glasnost", Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia

Akan tetapi, jika jumlah glukosa urine menunjukkan lebih dari 25 mg/dl dalam urine, ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan.

Berikut adalah berbagai kondisi kesehatan yang kemungkinan menyebabkan air kencing dikerumuni semut.

1. Konsumsi makanan tinggi gula yang menyebabkan asupan gula lebih banyak dari yang dibutuhkan.

2. Penyakit diabetes tipe 2 dan diabetes yang terjadi pada ibu hamil (diabetes gestasional).

3. Renal glukosuria, yaitu kondisi mutasi genetik yang menyebabkan ginjal mengeluarkan gula secara berlebih pada urine.

4. Kondisi hiperglikemia yang menjadi komplikasi penyakit diabetes, hipertiroidisme, dan sindrom Cushing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI