Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome

Tantrum | Suara.com

Jum'at, 02 September 2022 | 16:41 WIB
Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome
Film Stockholm (2018). (imdb.com)

TANTRUM - Fenomena stockholm syndrome tentu sudah tidak asing lagi. Sindrom ini adalah respons psikologis yang terjadi ketika sandera atau korban pelecehan merasa terikat dengan penculik atau pelakunya.

Dengan sindrom ini, sandera atau korban pelecehan justru bersimpati dengan penculiknya dan pada akhirnya jatuh cinta, lalu melindunginya.

Meski baru populer beberapa tahun belakangan karena diadaptasi oleh berbagai film, stockholm syndrome sebenarnya bukan fenomena baru.

Dicuplik dari laman Orami, Jumat, 2 September 2022, gangguan psikologis ini pertama kali terjadi pada 1973, ketika 2 orang pria menyandera 4 orang selama 6 hari, setelah perampokan bank di Stockholm, Swedia.

Setelah para sandera dibebaskan, mereka justru menolak untuk bersaksi melawan para penculik. Bahkan, mereka juga mulai mengumpulkan uang untuk membela penculiknya.

Kejadian ini lantas disebut stockholm syndrome. Pada akhirnya, istilah ini dijadikan untuk kondisi ketika sandera mengembangkan hubungan emosional atau psikologis penculiknya.

Meski begitu, stockholm syndrome belum diakui sebagai penyakit oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Manual ini digunakan oleh para ahli kesehatan mental dan spesialis lain untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental.

Adapun gejala yang bisa terlihat saat seseorang terkena stockholm syndrome adalah:

- Korban mengembangkan perasaan positif terhadap orang yang menahan atau menyiksa mereka.
- Korban menolak polisi atau siapa pun yang mungkin mencoba membantu mereka melarikan diri dari penculiknya.
- Korban mulai memahami perasaan penculiknya dan percaya bahwa mereka memiliki tujuan dan nilai yang sama.

Perasaan ini biasanya terjadi karena situasi emosional dan penuh muatan yang terjadi selama situasi penyanderaan.

Misalnya, orang yang diculik atau disandera sering merasa terancam oleh penculiknya. Namun, mereka juga bergantung pada penculiknya untuk bertahan hidup.

Jika penculik atau pelaku menunjukkan kebaikan kepada mereka, mereka mulai merasakan perasaan positif terhadap penculiknya.

Seiring waktu, persepsi itu mulai membentuk kembali dan mengubah cara mereka memandang orang yang menyandera atau melecehkan mereka.

Fenomena stockholm syndrome yang menarik membuat banyak sutradara film tergerak untuk mengangkat tema ini dalam karyanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidak Ada Tamparan Hanya Dorongan di Lokasi Syuting, Andibachtiar Yusuf Berikan Klarifikasi

Tidak Ada Tamparan Hanya Dorongan di Lokasi Syuting, Andibachtiar Yusuf Berikan Klarifikasi

| Jum'at, 02 September 2022 | 12:48 WIB

Viral Dugaan Lakukan Kekerasan Terhadap Kru, Sutradara Andi Bachtiar Yusuf Dipecat

Viral Dugaan Lakukan Kekerasan Terhadap Kru, Sutradara Andi Bachtiar Yusuf Dipecat

| Jum'at, 02 September 2022 | 11:55 WIB

Profil Ari Irham, Ketampanannya Bikin Meleyot di Film Mencuri Raden Saleh

Profil Ari Irham, Ketampanannya Bikin Meleyot di Film Mencuri Raden Saleh

Entertainment | Jum'at, 02 September 2022 | 12:22 WIB

Terkini

Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!

Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 16:35 WIB

Persija Jakarta Pecahkan Rekor Membanggakan Meski Gagal Juara

Persija Jakarta Pecahkan Rekor Membanggakan Meski Gagal Juara

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 16:32 WIB

Paylater dan Gaya Hidup Gen Z: Solusi Praktis atau Jebakan Finansial?

Paylater dan Gaya Hidup Gen Z: Solusi Praktis atau Jebakan Finansial?

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 16:30 WIB

BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin

BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 16:27 WIB

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global

Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:22 WIB

Second Chance, Program Soccer Camp Pertama di Indonesia Jadi Trending Topic

Second Chance, Program Soccer Camp Pertama di Indonesia Jadi Trending Topic

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026

Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:16 WIB