tantrum

Apa Itu Jerawat Papula? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mengatasinya

Tantrum Suara.Com
Minggu, 04 September 2022 | 09:44 WIB
Apa Itu Jerawat Papula? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi jerawat. (Kjerstin Michaela Noomi Sakura Gihle Martinsen Haraldsen from Pixabay)

TANTRUM - Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum terjadi pada siapa saja, tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Namun, pernahkah mendengar tentang jerawat papula?

Secara umum, jerawat berkembang ketika pori-pori kulit (folikel rambut) tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit.

Kemudian, bakteri di kulit 'memakan' minyak berlebih ini dan berkembang biak. Pada tahap ini, pori-pori yang tersumbat dapat berkembang menjadi salah satu dari 2 kategori jerawat, yaitu:

- Jerawat inflamasi: Jerawat yang meradang termasuk papula, pustula, nodul, dan kista.
- Jerawat non-inflamasi: Jenis ini termasuk komedo hitam dan komedo putih.

Jerawat papula adalah benjolan kecil berwarna merah. Diameternya biasanya kurang dari 5 mm (sekitar 1/5 inci).

Jerawat ini tidak memiliki pusat nanah berwarna kuning atau putih. Ketika papula menumpuk nanah, itu disebut pustula.

Kebanyakan jerawat papula berkembang menjadi pustula. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari.

Jika sudah berkembang menjadi jerawat pustula, hindari memencetnya karena berisiko membuat bakteri menyebar lebih jauh serta terbentuk jaringan parut.

Jerawat papula berkembang ketika folikel rambut, atau yang lebih sering kita sebut pori-pori, tersumbat oleh sel-sel kulit dan minyak berlebih.

Baca Juga: Bapak-bapak Ketahuan Nonton One Piece Episode Arc Arlong, Warganet: Perjalanan Masih Jauh

Sumbatan ini disebut komedo, yang merupakan cikal bakal terbentuknya jerawat papula.

Minyak ekstra yang menyumbat kulit dan menyebabkan komedo kemudian menjadi 'makanan' untuk bakteri di kulit, seperti bakteri Propioni acnes.

Menurut studi pada 2011 di jurnal The Lancet, dicuplik dari Orami, Minggu, 4 September 2022, hal ini membuat bakteri semakin berkembang biak.

Semua bahan tambahan yang menumpuk di pori-pori ini memberi tekanan pada folikel. Dengan tekanan yang cukup, dinding folikel pecah.

Hal ini membuat bahan tersebut tumpah ke kulit di sekitarnya, dan menyebabkan iritasi. Akibatnya, kulit menjadi merah, meradang, dan nyeri. Nah, benjolan merah inilah yang disebut jerawat papula.

Terkadang, jerawat ini bisa berkembang menjadi jerawat pustula, tepatnya saat nanah membentuk kepala putih pada bagian tengah jerawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI