Perlu diketahui bahwa jerawat papula bukanlah satu-satunya benjolan merah dan meradang yang bisa terbentuk di kulit. Jerawat ini bisa berukuran kecil atau besar.
Namun, jika menjumpai benjolan yang sangat merah, bengkak, dan nyeri, itu bukanlah jerawat papula, melainkan jerawat biasa.
Jerawat biasa dan jerawat papula memang mirip, karena keduanya terbentuk akibat penyumbatan folikel rambut.
Namun, jerawat biasa terjadi lebih dalam di kulit dan merupakan kondisi yang lebih serius daripada jerawat papula.
Kondisi ini terjadi ketika ada celah yang dalam di dinding folikel dan zat-zat pembentuk jerawat yang terinfeksi tumpah ke bagian dermis.
Jerawat biasa umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada jerawat papula.
Bahkan, jerawat papula terbesar sembuh hanya dalam beberapa minggu, tetapi jerawat biasa kadang membutuhkan waktu lebih lama dari itu.
Menurut studi pada 2011 di Canadian Medical Association Journal, ada kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan jaringan parut pada kasus jerawat biasa. Sementara pada jerawat papula umumnya tidak.
Jerawat papula umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa waktu.
Baca Juga: Bapak-bapak Ketahuan Nonton One Piece Episode Arc Arlong, Warganet: Perjalanan Masih Jauh
Namun, bila merasa terganggu dan ingin menghilangkannya, berbicara dengan dokter bisa jadi solusi.
Dokter mungkin akan menyarankan untuk memulai dengan perawatan jerawat tanpa resep, seperti benzoil peroksida atau asam salisilat.
Jika cara ini tidak efektif setelah beberapa minggu, dokter mungkin merujuk ke dokter kulit yang dapat meresepkan obat yang lebih kuat.
Untuk jerawat inflamasi, dokter kulit mungkin meresepkan dapson topikal (Aczone), atau obat oles lainnya seperti:
1. Obat Retinoid
Termasuk adapalene (Differin), tretinoin (Retin-A) , dan tazarotene (Tazorac).