Orang yang terinfeksi HIV akan lebih rentan terpapar infeksi penyakit lainnya. Mereka juga lebih berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual lainnya.
3. Gonore atau Gonorrhea
Gonore adalah infeksi seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini sangat mudah menular, sehingga apabila tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kematian.
Penyakit ini bisa menular lewat hubungan seks oral, vaginal, dan anal. Umumnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala.
Tetapi, gejala yang mungkin muncul seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan, bengkak pada area kemaluan, pendarahan saat menstruasi, gatal pada anal, hingga nyeri saat buang air besar.
4. Herpes pada Kemaluan
Virus herpes simpleks (HSV) kerap menyerang kulit, serviks, dan area kemaluan. Tak hanya itu, virus ini juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya.
Ada dua tipe HSV, yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 biasanya akan menginfeksi mulut yang bisa menyebar melalui air liur. Saat seks oral, virus ini bisa menular dan menginfeksi area genital.
Sementara HSV-2, biasanya menginfeksi area genital, anal, dan juga mulut. Tipe ini umumnya ditularkan melalui seks vaginal, oral, dan anal.
Baca Juga: Keajaiban Bangun Subuh, Salah Satunya Mengusir Penyakit Berat
Penyakit herpes tidak bisa menyebar melalui benda. Namun, virusnya bisa menular apabila orang yang tidak terinfeksi menyentuh bagian tubuh orang terinfeksi di mana herpes muncul.
Gejala herpes yang biasanya muncul saat terinfeksi meliputi kulit lecet yang apabila terbuka bisa menyebabkan nyeri. Gejala lainnya seperti demam dan juga nyeri pada tubuh.
5. Hepatitis B
Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi jangka panjang yang bisa merusak ginjal. Jika terinfeksi, virus bisa menetap pada air mani, darah, dan cairan tubuh lainnya.
Penularan penyakit ini bisa melalui kontak seksual, jarum suntik yang tidak steril, dan menusuk kulit dengan benda tajam pada bagian virus berada. Virus ini juga bisa ditularkan kepada bayi saat kehamilan atau melahirkan.