Aremania Turun ke Jalan Mengusung Keranda Mayat Sebagai Simbol Menuntut Keadilan

Tantrum

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:25 WIB
Aremania Turun ke Jalan Mengusung Keranda Mayat Sebagai Simbol Menuntut Keadilan
[Foto Beritajatim]

TANTRUM - Aremania, sebutan para suporter Arema FC, melakukan aksi damai untuk menuntut keadilan bagi korban tragedi Kanjuruhan. Aremania juga menuntut pengusutan kasus sampai tuntas.

Dalam aksinya, massa membawa keranda mayat sebagai simbol. Mereka menyebut aksi kali ini sebagai aksi diam.

Menurut Shindu Dwi Asmoro, Aremania dari komunitas Blimbingham, aksi hari ini baru bersifat pemanasan. Dia mengatakan Aremania akan menyiapkan aksi yang lebih besar sampai tuntutan mereka dipenuhi.

“Hari ini kita memang aksi hanya sebentar, longmarch menyanyikan Bagimu Negeri dan memasang sejumlah spanduk. Tadi hanyalah cek ombak. Kami akan lakukan aksi yang lebih besar,” kata Shindu dalam laporan Beritajatim, Kamis (20/10/2022).

“Harus diusut tuntas dengan terbuka sampai akar-akarnya. Kami kecewa apalagi rekonstruksi dilakukan dengan tidak sesuai fakta bahwa ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun,” lanjut Sindu.

Shindu menyebut Aremania yang turun ke jalan hari ini merupakan suporter yang bergerak atas dasar hati nurani demi keadilan bagi seluruh korban tragedi Kanjuruhan.

“Kami ini bergerak dari hati kami sendiri. Kami tidak menunggu rekonstruksi ataupun menunggi TGIPF. Kami turun ke jalan menuntut keadilan. Apalagi sampai saat ini, tersangka tidak juga ditahan. Padahal keluarga korban sedang menunggu keadilan,” ujar Shindu.

Pada sore hari, Aremania juga melakukan aksi serupa di depan Balai Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji menemui Aremania. Sutiaji mendukung perjuangan Aremania agar tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.

baca juga

Dia memimpin doa bersama untuk 133 Aremania dan Aremanita yang meninggal dunia dalam peristiwa 1 Oktober 2022.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan turut menewaskan perempuan dan anak-anak. Insiden ini bukan bentrokan massal antarsuporter sepak bola. Sebab dalam pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya ini penonton yang diperbolehkan hadir hanya Aremania. Sementara penonton Persebaya tidak hadir di satadion sesuai aturan.

Peristiwa bermula ketika suporter Arema turun ke lapangan usai pertandingan. Mereka merespons kekalahan timnya atas tim tamu, termasuk ingin memotivasi para pemain tim kesayangannya. 

Polisi berusaha menghalau massa. Dalam upaya ini, polisi menembakkan gas air mata. Bahkan gas air mata kemudian ditembakkan ke tribun penonton. Banyak korban tewas yang kehabisan napas, berdesak-desakan, dan terinjak-injak. Sementara pintu stadion dalam kondisi tertutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisioner Komnas HAM Terus Telusuri Penyebab Hilangnya Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan

Komisioner Komnas HAM Terus Telusuri Penyebab Hilangnya Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan

Tantrum | Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:12 WIB

Penjelasan Mahfud MD Soal Tanggung Jawab Moral dan Pidana Pengurus PSSI atas Tragedi Kanjuruhan

Penjelasan Mahfud MD Soal Tanggung Jawab Moral dan Pidana Pengurus PSSI atas Tragedi Kanjuruhan

Tantrum | Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:50 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×