SuaraTasikmalaya.id - Saat persidangan lanjutan, Putri Candrawati membacakan permohonan maafnya pada keluarga Brigadir J.
Melihat permohonan maaf tersebut, Kirdi Putra sebagai pakar mikro ekspresi mencoba menganalisis pernyataan Putri Candrawati.
Kirdi menyampaikan bahwa wajah Putri Candrawati menunjukkan kesedihan yang sebenarnya pada saat itu.
"Buat saya itu adalah kesedihan yang beneran, gitu ya. Pure sadness. nggak dibuat-buat, memang sedih saat itu," jelas Kirdi.
Namun, Kirdi Putra masih belum mengetahui apakah kesedihan yang ditampilkan mampu membuat Putri Candrawati mengatakan kebenaran di balik pembunuhan Brigadir J.
"Apakah penyesalan tersebut, rasa sedih tersebut cukup kuat untuk mendasari PC, sehingga keluar dari rangkaian acara yang sudah diatur dengan baik, kemudian cerita gamblang? kan belum tentu," ujarnya.
Kirdi menambahkan bahwa kemungkinan skenario itu bisa lanjut berjalan atau tidak, tergantung dengan bukti-bukti di pengadilan.
"Nah pertanyaannya, Apakah kemudian atau skenario ini bisa berjalan sampai akhir apa enggak? Ya tergantung pengadilan, nanti tergantung bukti-bukti," imbuhnya.
Pernyataan Kirdi Putra ini merupakan komentar dari pembacaan bela sungkawa Putri Candrawati yang dinilai penuh misteri.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa ada dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan pada Brigadir J.
Pembunuhan berencana itu diduga dilakukan oleh atasan Brigadir J sendiri, istrinya, Putri Candrawati, beserta bawahannya yang lain.
Persidangan tanggal 1 November 2022 merupakan salah satu rangkaian proses hukum untuk mendapatkan kebenaran dari para saksi.(*)
Sumber: YouTube Intens Investigasi