SuaraTasikmalaya.id - Ekspresi tidak biasa yang ditunjukkan Ferdy Sambo di ruang persidangan jari sorotan.
Pasalnya, banyak yang menilai ekspresi Ferdy Sambo tidak menunjukkan rasa penyesalan dan masih merasa benar.
Hal ini juga disetujui oleh seorang pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, yang menyatakan pendapatnya tentang ekspresi Ferdy Sambo.
"Saya belum melihat ekspresi itu (penyesalan) muncul dari FS (Ferdy Sambo)," kata Kirdi Putra.
Namun, Kirdi tidak menyebut bahwa Ferdy Sambo tidak menyesali perbuatannya sama sekali.
"Bukan berarti dia (Ferdy Sambo) nggak bisa menyesal atau nggak pernah menyesal," sambung Kirdi.
Pengamatan yang dilakukan Kirdi Putra menyimpulkan bahwa di dalam diri Ferdy Sambo masih ada gengsi untuk mengakui perbuatannya.
"Bisa saja ketika sendirian ekspresi itu (penyesalan) baru keluar, bisa saja itu nggak muncul karena dia merasa gengsi untuk memunculkannya," pungkas Kirdi Putra.
Permohonan maaf Ferdy Sambo ini dilakukan akibat statusnya yang menjadi terduga pelaku pembunuhan berencana pada Brigadir J.
Tidak hanya sendiri, Ferdy Sambo melakukannya bersama dengan istrinya, Putri Candrawati, beserta bawahannya yang lain.
Berubahnya status Ferdy Sambo menjadi terdakwa adalah hasil dari pengakuan Bharada E, alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
Pada saat menyampaikan kesaksian, Bharada E menyampaikan bahwa Ferdy Sambo lah yang memerintahkannya membunuh Brigadir J.
Meskipun kejadian pembunuhan sudah sejak 8 Juli lalu, sampai saat ini proses hukum masih berjalan.(*)
Sumber: YouTube Intens Investigasi