SuaraTasikmalaya.id-Abah Aos mursyid Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah TQN Pesantren Suryalaya menyebar kurang lebih 350 petani pohon anti gempa ke seluruh nusantara.
Terbaru Abah Aos mengangkat TGB HM Zainul Majdi sebagai petani pohon anti-gempa ke 321 di Banda Aceh. Manaqiban Syekh Abdul Qodir Jaelani di kalangan TQN Suryalaya pun sekarang kini namanya jadi pengajian Manaqiban Anti-gempa.
Yang dimaksud Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau Abah Aos. petani pohon anti gempa adalah para wakil talqin yang menanamkan dua dzikir ke dalam hati.
Sebagai pelanjut Abah Anom Suryalaya, Abah Aos membuat syiar TQN berkembang pesat, meskipun banyak tantagan dan rintangan bahkan cemoohan. "Alhamdulillah makin ditentang makin membentang," kata wakil talqin Abah Aos, KH Danial Luthfie Al-Mahjumi.
Dalam acara manaqiban di Pesantren Sirnarasa yang berlamat di Dusun Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada 1 Februari 2023, Abah Aos mengungkapkan rahasia dibalik nama petani pohon anti-gempa.
"Kenapa dikasih nama pengajian anti-gempa, karena tanda-tanda gempa sudah terlihat, nampak, dan jelas khususnya gempa di Indonesia dan gempa di dunia, ga usah di negara lain di negara kita saja, para petani antigempa bertugas menjaga dunia ini" jelas pangersa Abah Aos
Manaqiban rutin setap bulan ini selalu dihadiri puluan ribu orang dari pelosok Indonesia dan perwakilan dari negara tetangga.
Perlu diketahui pengertian manaqiban adalah manaqiban berasal dari kata "manaqib'" bahasa arab), yang berarti biografi, kemudian ditambah dengan akhiran "an"(bahasa indonesia) menjadi manaqiban yang berarti kegiatan pembacaan manaqib biografi Syaikh Abdul Qodir al-Jailalani.
Bahkan, saat pengajian dengan bahasa isarat Abah Aos sudah memprediksi akan terjadi lagi sejumlah gempa di Indonesia makanya pada 3 Septemebr 2023 mendatang ikhwan TQN PP Suryalaya akan menggelar pengajian antigempa dan terbukti 6 hari setelah pernyataan itu, gempa terjadi di Turki dan Suriah.
Baca Juga: Gempa Turki-Suriah Dahsyat: Prediksi 10.000 Korban Meninggal, Masih Banyak Terkubur di Reruntuhan
Sekilas tentang Abah Aos,
Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang akrab disapa Pangersa Abah Aos merupakan Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya silsilah ke 38.
Beliau lahir di Dusun Ciceuri, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis pada tanggal 1 September 1944. Sebelum berguru kepada Pangersa Abah Anom, beliau memanfaatkan masa mudanya untuk mempelajari ilmu Agama di Pesantren Gegempalan, yang pada kala itu dipimpin oleh Ajengan Iskandar Gegempalan, di pesantren ini Pangersa Abah Aos menghabiskan waktu selama 10 tahun.
Pangersa Abah dikenal dengan kecerdasan, dan kemulian akhlak yang beliau miliki, bahkan beliau diakui oleh gurunya telah berhasil menghabiskan ilmu yang dimiliki oleh sang guru. Seusai menuntut Ilmu di Pesantren Gegempalan, Abah Aos melanjutkan perjalanan untuk memperdalam dan meperluas wawasan keislaman beliau di Pesantren Cintawana, Singaparna. Setelah menyelesaikan Pendidikan beliau di Pesantren tersebut.
Abah Aos aktif dalam beragam macam kegiatan Keislaman yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Ciamis, beliau juga aktif dalam sebuah organisasi Islam yang cukup ternama di Indonesia yaitu Muhammadiyyah, sampai Akhirnya pada tahun 1968 bertepatan dengan usia beliau yang menginjak 24 tahun, beliau memutuskan untuk mengambil Talqin Dzikir dan mulai memperdalam Tashowwuf dan Thoriqoh kepada Pangersa Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya. (*)