SuaraTasikmalaya.id - Irfan Bachdim mengungkapkan kisah hidupnya, dipicu rencana aturan pemain naturalisasi di liga 1 musim depan.
Setelah banyak pemain naturalisasi bersuara lantang, pemain Persis Solo, Irfan Haarys Bachdim giliran buka mulut pasca rencana aturan pemain Liga 1 musim 2024 mencuat ke publik.
Mantan pemain Timnas Indonesia di Piala AFF itu mengungkapkan pikiran dan sekaligus hidupnya hingga menjadi warga negara Indonesia.
Irfan bahkan menulis, perjalanan karirnya yang tak mudah di tanah leluhurnya ini.
Tiba-tiba kini akan ada perbedaan label antara pemain WNI dan pemain WNI Naturalisasi.
Seperti diketahui, pasca Sarasehan Sepakbola Nasional, 4 Maret 20223 di Surabaya, PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir mengatakan bahwa Liga 1 musim 20224 akan mengalami perubahan.
Perubahan itu terkait manajemen operator liga, nama, format hingga regulasi pemain.
Yang mengundang reaksi keras para pemain naturalisasi adalah aturan pemain bahwa tiap klub harus memiliki minimal 1 pemain naturalisasi dan maksimal 2 pemain.
Itu artinya akan ada klub yang kini memiliki 3 pemain naturalisasi harus menghentikan kontrak salah satu pemain naturalisasi.
Baca Juga: Waduh! Penempatan Pelamar PPPK Guru Prioritas 1 Dibatalkan, Ini Sebabnya
Para pemain naturalisasi tidak mudah lagi masuk ke tim tertentu meski tim sanggup membayarnya jika kuota naturalisasi sudah penuh.
Namun uniknya, ketika pemain naturalisasi bermain untuk Timnas, maka statusnya adalah WNI, bukan lagi naturalisasi.
Tak ada pembedaan di Timnas, tapi ada perbedaan di klub atau Liga.
"STORY TIME cinta Indonesia," ujar Irfan Bachdim di akun isntagram pribadinya, 7 Maret 2023.
"Saya ingin memulainya dengan mengatakan bahwa saya tidak dinaturalisasi. Banyak orang berfikir seperti itu karena saya lahir dan besar di luar negeri.
Tapi itu tidak akan mengubah fakta bahwa saya akan berdiri untuk sesuatu yang tidak benar menurut pendapat saya.
Dan itu adalah aturan yang akan datang yang mungkin akan terjadi di musim depan. Oleh karenanya saya ingin berbagi kisah saya," kata ipar dari Kim Jefry Kurniawan itu.
Bacdhim pun bercerita ikhwan dirinya.
"Seperti yang saya katakan saya lahir dan besar di luar negeri, tinggal di negara dimana saya berbeda dengan mayoritas orang di sana.
Seorang anak lelaki dengan ayah orang Indonesia yang bangga membesarkan dan mengajarkan saya dari mana saya berasal.
Seorang anak lelaki yang akan pergi ke sekolah dengan Garuda menempel di tas punggungnya, dan bendera Indonesia di jaketnya karena dia bangga dari mana asalnya. Itulah saya tumbuh dewasa berbangga menjadi orang Indonesia," tutur dia.
Bacdhim mengatakah bahwa mimpi terbesar hiduonya adalah selalu ingin bisa bermain untuk Indonesia.
"Saat saya berumur 16 tahun, saya hampir mendapatkan mimpi saya. Saya dipanggil untuk Tim U21 untuk bermain di Asian Games di Qatar. Di sini saya bermain dengan pemain seperti Bustomi, Ferry Potinsulu, Zulkifli, Toni Sucipto dan banyak pemain berkualitas lainnya.
Sayangnya karena cedera saya tidak dapat bergabung. Beberapa tahun kemudian saya memutuskan datang ke Indonesia untuk mencari tim. Dengan harapan saya bisa bermain di sini dan mewujudkan mimpi bisa bermain untuk Tim Nasional."
"Sekarang saya akan berbicara tentang peraturan yang mungkin akan terapkan di liga kita musim depan.
Mungkin ada orang seperti saya yang berdarah Indonesia dan sangat bangga menjadi orang Indonesia. Kenapa kita berbeda sekarang?" tanya Bachdim.
Ia juga menyoal pemain yang menikah dengan wanita Indonesia.
"Kemudian ada pemain yang menikah dengan perempuan Indonesia dan punya anak Indonesia, kenapa mereka berbeda? Dan mungkin ada pemain yang sudah lama tinggal di Indonesia dan mencintai negara kita membantu sepakbola kita dan diberikan paspor Indonesia, kenapa mereka berbeda?
Kita semua yang lahir dan besar di dalam atau di luar Indonesia dan memiliki paspor Indonesia adalah orang Indonesia!" tutupnya. (*)