SuaraTasikmalaya.id - Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), menjadi proyek jalan tol terpanjang di Indonesia.
Dilansir dari YouTube Official Jasa Marga (31/1/22), Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yang memiliki total panjang 206,65 km.
Pembangunan jalan Tol ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pariwisata di koridor selatan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Namun, tak sedikit yang bertanya dari manakah sumber pendanaan untuk proyek jalan tol terpanjang se-Indonesia ini?
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian (23/2/22) menyebutkan bahwa terdapat 2 segmen dalam bisnis tol.
Pertama, segmen membangun tol (tol developer)
Kedua, segmen mengoperasikannya (tol operate)
Hedy juga mengatakan pembiayaan proyek jalan tol ini berasal dari pemerintah dalam hal pengadaan tanah sementara pembangunanya menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 40 triliun
“Pemerintah akan menanggung biaya pengadaan tanah yang diperkirakan sekitar 11,9 triliun rupiah,”
Baca Juga: Diminta Legalkan Tambang Minyak Rakyat, Gubernur Herman Deru Disebut Beri Sinyal Mendukung
“Sedangkan konstruksi, itu nanti yang besarnya sekitar 40 triliun itu akan ditanggung oleh badan usaha jalan tol ini,”
“Dari mana badan usaha mendapatkannya? Badan usaha ini konsorsium beberapa perusahaan yang dipimpin oleh Jasa Marga yang dianggap dari hasil lelang yang dilakukan oleh teman-teman BPJT dinilai memiliki finansial untuk melaksanakan subsidi dana sekitar 40 triliun ini” ungkap Hedy.
Diharapkan, usaha yang dilakukan oleh pemerintah ini dapat mendorong percepatan pembangunan, terutama terkait pembebasan lahan.
Hedy juga menyampaikan, bahwa pemerintah pusat terus mendorong sinergi dengan pemda serta pihak terkait pembangunan proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 206,65 Km.
Sederhananya, sumber dana untuk pembangunan tol ini dihasilkan dari skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha dan tidak melalui suntikan finansial maupun pinjaman dari pihak lainnya. (*)
Edtitor: Lukas Muhammad
Sumber: Akun YouTube CNBC Indonesia