SuaraTasikmalaya.id - Dunia hiburan Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar penangkapan artis Ammar Zoni terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Ammar Zoni bukanlah artis pertama yang terjerat kasus narkoba, sebelumnya banyak artis lain seperti Naufal Samudra, Revaldo, Gary Iskak juga pernah mengalami hal yang sama. Pertanyaannya, mengapa artis rentan terlibat dalam dunia narkoba?
Menurut ilmu psikolog klinis, banyak artis yang mengalami tekanan psikologis yang tinggi karena ekspektasi publik yang tinggi serta tekanan dari lingkungan kerjanya. Hal ini dapat membuat artis tersebut mencari pelarian dengan menggunakan narkoba.
Artis adalah orang yang terkena tekanan psikologis yang tinggi karena ekspektasi publik yang tinggi, lingkungan kerja yang berbeda, pekerjaan yang dinamis, dan lingkungan yang tidak stabil. Artis biasanya mencari cara untuk melarikan diri dari kenyataan, dan obat-obatan terlarang menjadi pilihan mereka.
Selain itu, menurut Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, para artis juga menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba. Para pengedar narkoba cenderung menjalin hubungan dengan artis untuk memperluas jaringan bisnis mereka.
"Artis rentan terjaring kasus narkoba karena mereka menjadi sasaran empuk pengedar narkoba. Artis memiliki akses ke banyak orang, sehingga dapat memperluas jaringan bisnis mereka," jelas Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa dalam keterangan resminya.
Pada dasarnya, penyalahgunaan narkoba tidak akan membawa kebaikan bagi artis. Selain berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan narkoba juga dapat merusak karir artis dan citra mereka di mata publik.
Malah penyalahgunaan narkoba dapat merusak karir artis dan membuat mereka kehilangan dukungan dari publik. Artis harus menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak akan membawa kebaikan bagi diri mereka sendiri maupun orang-orang yang mencintai mereka. (*)
Baca Juga: Waduh! Sri Mulyani Klaim Dirinya Miliki 30 Rangkap Jabatan, Refly Harun: Tolong Jelaskan!