SUARA TASIKMALAYA- Mursyid ke 38 TQN PP Suryala (penerus Abah Anom) Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Quth dalam melaksanakan sahur ebih awal antara jam 03.00-03.30.
Kenapa lebih awal menurut pangersa Abah Aos untuk menghindari tergesa-gesa menjelang waktu imsyak. Yang lebih penting lagi agar makanan tercerna dengan baik
Membaca tawasul 10 menit sebelum berbuka puasa, selanjutnya membaca doa sebelum puasa
Ketika waktu berbuka puasa tiba, pangersa abah bertepuk tangan kecil, sebagai tanda bahagia bahwa waktu buka puasa telah tiba. Lalu berbuka dengan yang manis-manis, takjil alakadarnya. Dilanjutkan dengan sholat magrib dan dzikir harian. Tak lupa juga melakukan shalat-shalat sunat. Setelah selesai makan dengan keluarga
Dzikir dan khotaman bakda magrib digeser bakda sholat asyar, demikian juga sholat sunat lidaf’il bala dan wirid khotaman dipindah sesudah sholat tarawih.
Pangersa Abah melaksanakan sholat tarawih 20 rokaat tanpa ditutup dengan sholat sunat witir. Karena pangersa abah tetap istiqomah mengamalkan sholat witir sebagai rangkaian sholat-sholat qiyamul lail.
Ketika melaksanakan sholat tarawih pangersa abah suka membaca surat Alquran setelah membaca fatihah dibagi pembacaanya untuk dua rakaat.
Tata caranya seperti yang dilaksanakan di Masjid Nurul Asror Ponpes Suryalaya.
Pada Malam ke 21 Ramadhan sampai Ramadhan terakhir pangersa Abah melaksanakan sholat lailatut qadar bakda solat tarawih sebelum solat sunat lidaf’il bala.Mengikuti dan menekuni kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini sangat penting bagi seorang murid thoriqoh antara lain sebagai bentukBaca juga: Ini Dawuhan Abah Aos Soal Pancasila
Robithoh (slalu mengikatkan hati/diri dengan syeikh Mursyid), murid yang slalu berrobithoh adalah murid yang bukan cuma ingat (kepada gurunya) akan tetapi juga yang senantiasa mengamalkan amaliyah yaomiyah dari Guru Mursyidnya;
Fana’ wal baqo’ fisyeikh (membuang kebiasaan sepenuhnya dan menggantinya dengan kebiasaan Syeikhnya),
Karena Syeikhnya adalah seorang yang sudah memfana’kan dan membaqo’kan diri kepada gurunya kepada gurunya kepada gurunya hingga kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.
Secara umum, amaliyah yaomiyah Pangersa Guru Agung Abah Aos tidak banyak berubah dengan hari-hari lainnyah.
Tetap dengan sholat awal waktunya, dzikr jahrnya yang banyak, tetap slalu hidup hatinya dengan khofi di mana saja dan kapan saja. Tetap dengan paket amaliyah sholat-sholat sunnahnya di malam hari, “ISIS-nya”, DHUHA-nya dan juga sholat sunnah setelah maghrib. (*)