SUARA TASIKMALAYA - Video Rocky Gerung yang memaki Presiden Jokowi saat memberikan orasi di depan massa buruh telah beredar luas di media sosial.
Dalam orasinya, Rocky Gerung membahas tentang pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping di China. Presiden Jokowi saat itu menawarkan investasi dan kerjasama dalam membangun Ibu Kota Nusantara di Kalimantan kepada Pemerintah dan pebisnis di China.
Banyak pihak yang menganggap orasi Rocky Gerung tersebut termasuk dalam penghinaan terhadap Presiden Jokowi.
Istana Negara melalui Kepala Staf Presiden Moeldoko buka suara terkait apa yang diucapkan Rocky Gerung tentang Presiden Jokowi. Moeldoko mengatakan bahwa dirinya akan berada di garda terdepan saat pemimpin negara dicaci.
Moeldoko mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Dalam demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, termasuk mengkritik pemerintah. Namun, kritik harus disampaikan dengan cara yang santun dan tidak menghina.
Moeldoko menegaskan bahwa Presiden Jokowi adalah pemimpin yang demokratis dan terbuka terhadap kritik. Namun, Presiden Jokowi juga berhak untuk membela diri jika dikritik secara tidak hormat.
Moeldoko berharap agar masyarakat dapat memberikan kritik kepada pemerintah dengan cara yang santun dan konstruktif. Kritik yang disampaikan dengan cara yang santun dan konstruktif akan lebih efektif untuk mendorong perbaikan.
“Ini adalah saya kategorikan menyerang, menyerang pribadi Presiden, tak bisa ditoleransi waktu itu saya berharap penegak hukum mengambil langkah sesuai dengan hukum yang berlaku nggak bisa dibiarkan ini. Tiap negara ada aturannya rolenya jelas, nggak boleh sembarangan,” ujar Moeldoko dikutip dari kilat.com pada Kamis (3/8/2023). (*)
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 5 dengan Engsel Baru, Tampilan Baru Makin Simpel