SUARA TASIKMALAYA - Persib Bandung tim yang dikenal dengan pertahanan yang tangguh. Saat ini tengah menghadapi masalah serius pada lini belakangnya di musim BRI Liga 1 2023/2034.
Seperti diketahui, hingga saat ini Maung Bandung telah kemasukan 14 gol dalam beberapa pertandingan.
Hal ini menimbulkan perbandingan yang mencolok dengan performa mereka dua tahun lalu.
Pada musim 2021/2022, tepatnya dua tahun yang lalu, Persib Bandung berhasil meraih predikat tim dengan pertahanan terkuat di Liga 1.
Mereka hanya kebobolan 22 gol selama musim tersebut, menjadi tim paling sedikit kebobolan.
Pencapaian ini membuat banyak pengamat sepak bola dan juga Bobotoh merasa kagum dengan soliditas pertahanan dan penampilan apik sang kiper, Teja Paku Alam.
Meskipun komposisi pemain belakang Persib tidak mengalami perubahan drastis dalam dua tahun terakhir, permasalahan yang muncul di musim ini adalah fakta yang mencemaskan.
Pertanyaannya adalah, mengapa performa pertahanan Persib yang solid dalam beberapa musim terakhir tiba-tiba mengalami penurunan signifikan?
Dikutip Tasikmalaya.suara.com dari akun Instagram @gala_persib pada Selasa (15/8/2023), beberapa spekulasi muncul, dan satu faktor yang kemungkinan besar berdampak adalah absennya kiper andalan, Teja Paku Alam.
Baca Juga: Gali Freitas Terus Tunjukkan Performa Terbaiknya bersama PSIS, Gilbert Agius Semringah
Pada musim 2021/22, Teja Paku Alam membuktikan dirinya sebagai penjaga gawang yang luar biasa dengan performa yang cemerlang.
Bahkan, ia menjadi bagian penting dari keberhasilan Persib dalam meraih gelar tim paling sedikit kebobolan di musim tersebut.
Namun, cedera yang dialami oleh Teja Paku Alam pada awal musim ini berdampak besar terhadap pertahanan Persib.
Dokter tim Persib, Rafi Ghani menjelaskan, bahwa Teja Paku Alam mengalami masalah pada lengan bawahnya dan telah direkomendasikan untuk istirahat selama satu minggu.
Dengan begitu, cedera yang dialaminya membuat Teja Paku Alam absen dari beberapa pertandingan awal musim.
Rafi Ghani juga memastikan bahwa Teja Paku Alam sedang dalam tahap pemulihan yang baik dan diharapkan siap untuk tampil dalam laga-laga mendatang.
Dengan demikian, absennya Teja Paku Alam memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas pertahanan Persib, yang terlihat dari peningkatan jumlah gol yang kebobolan.