20 Tahun Lagi, Lelaki Bisa "Melahirkan" Bayi?

Ruben Setiawan

Kamis, 28 Agustus 2014 | 19:00 WIB
20 Tahun Lagi, Lelaki Bisa "Melahirkan" Bayi?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda membayangkan jika di masa depan para ibu bisa memelihara janin di luar rahimnya? Tentu, hal itu akan sangat membantu perempuan-perempuan yang mengalami kerusakan atau disfungsi rahim untuk tetap memiliki anak.

Beberapa ahli bioetika, atau ilmu yang mempelajari penggunaan ilmu biologi untuk memperbaiki mutu hidup, baru-baru ini meramalkan bahwa hal itu mungkin saja terjadi di masa depan. Jika benar-benar terwujud, maka banyak pasangan suami istri yang tak perlu lagi memakai jasa ibu pengganti (surrogate mother) supaya bisa memiliki buah hati. Bahkan, mereka menyebutkan, pasangan sesama jenis (gay dan lesbian) bisa tetap memiliki anak tanpa harus melakukan adopsi.

Pemeliharaan janin yang dinamakan ektogenesis itu pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Inggris J.B.S Haldane pada tahun 1924. Haldane memprediksi pada tahun 2074, hanya akan ada 30 persen kelahiran bayi yang berasal dari rahim manusia.

Namun, menurut para ahli, prediksi Haldane terlalu lama. Menurut mereka, teknologi tersebut sudah akan terwujud dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Para ilmuwan tengah menggarap teknologi yang akan mengubah cara manusia hamil dan melahirkan anaknya. Kendati demikian, jurnalis dan pakar futurisme Zoltan Istvan mengatakan, teknologi itu tak semudah kedengarannya.

Teknologi itu akan berupa sebuah wadah semacam akuarium berisi cairan lengkap dengan pipa-pipa yang dipakai untuk menyalurkan nutrisi yang menyokong tumbuh kembang janin di dalamnya. Ada pula monitor yang dipakai untuk memantau segala aktivitas di dalam wadah.

Sejumlah proyek riset untuk mengembangkan teknologi itu sudah dilakukan, meskipun belum diujicobakan pada manusia. Salah satunya adalah proyek Dr. Yoshinori Kuwabara dari Universitas Juntendo, Jepang yang dimuat di jurnal Reproductive Health and Social Justice. Ia sukses membesarkan embrio kambing di dalam sebuah mesin berisi cairan ketuban. Upayanya itu dilakukan untuk membantu menyelamatkan bayi-bayi yang terlahir prematur.

Ada pula Dr. Helen Hung-Ching Liu dari Cornell University, New York. Ia memelihara embrio tikus dengan menambahkan jaringan penyokong endometrium. Percobaan itu dilakukan untuk mencari cara membantu perempuan yang tidak bisa memelihara bayi dalam rahimnya.

Yang terbaru adalah percobaan Dr. Liu untuk mengembangkan embrio manusia selama 10 hari di dalam rahim buatan. Berdasarkan undang-undang, percobaannya hanya boleh berlangsung selama 14 hari. Percobaan itu dilakukannya agar rahim buatan benar-benar bisa berfungsi.

Memang, teknologi untuk mengembangkan janin manusia di luar rahim sudah ada. Namun untuk mengujicobakannya pada manusia diramalkan baru bisa terwujud 10 tahun lagi. Pasalnya, hingga saat ini, prosedur semacam itu masih jadi perdebatan sengit di ranah hukum dan etika. (News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hyundai dan SK On Jalin Kerja Sama Pasok Baterai Listrik untuk Amerika Serikat

Hyundai dan SK On Jalin Kerja Sama Pasok Baterai Listrik untuk Amerika Serikat

Otomotif | Kamis, 01 Desember 2022 | 10:37 WIB

Terkini

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Detik-detik Mencekam Ibu Selamatkan Anak dari Gigitan Buaya di Way Semaka, Kaki Korban Robek 20 Cm

Detik-detik Mencekam Ibu Selamatkan Anak dari Gigitan Buaya di Way Semaka, Kaki Korban Robek 20 Cm

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Mengapa Sunscreen Sering Membuat Wajah Terasa Sumuk dan Makin Berminyak saat Cuaca Lembap?

Mengapa Sunscreen Sering Membuat Wajah Terasa Sumuk dan Makin Berminyak saat Cuaca Lembap?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Biar Nggak Abu-Abu, Ini 3 Shade BB Tint Wardah untuk Kulit Kuning Langsat

Biar Nggak Abu-Abu, Ini 3 Shade BB Tint Wardah untuk Kulit Kuning Langsat

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:19 WIB

×