Bahayanya Sosial Media bagi Otak Anda

Ririn Indriani, Deni Yuliansari

Minggu, 16 November 2014 | 11:21 WIB
Bahayanya Sosial Media bagi Otak Anda
Ilutrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Terlalu lama menatap ponsel untuk memeriksa sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram atau video games tidak hanya memengaruhi interaksi sosial seseorang.

Ahli saraf dari Inggris, Baroness Susan Greenfield mengatakan bahwa teknologi modern tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi, tapi juga mengubah sistem hubungan pada otak.

Generasi muda zaman sekarang memiliki kecenderungan hyper-connectedness atau hiper terhadap keterhubungan satu sama lain melalui sosial media (sosmed). Hal ini menyebabkan menurunnya daya konsentrasi, lebih narsis, lebih rentan terhadap depresi dan cemas, serta kurang bisa berempati.

"Generasi abad pertengahan 21 mungkin akan semakin mundur ditandai dengan sulit konsentrasi, tidak bisa berempati, dan sulit menemukan jati diri," kata Baroness.

Dia melanjutkan bahwa otak didesain untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Teknologi yang semakin berkembang juga sudah merubah kondisi lingkungan sosial, dan hal tersebut juga merubah kondisi otak.

Anak muda sekarang, lanjutnya, tumbuh di dunia dimana sebuah hubungan terjalin lewat online dan mengurangi kontak sosial secara langsung.

"Manusia sangat suka berbicara soal diri mereka, secara natural tubuh menciptakan bahasa sehingga Anda bisa yakin bahwa interaksi Anda aman dan tidak membuat Anda rentan melalui kontak mata, gestur tubuh dan feromon," katanya.

Namun bahasa, alat komunikasi di sosial media, hanya bisa menampung 10 persen efek dibandingkan jika bertatap muka langsung.

"Jika Anda tidak mempelajari petunjuk visual tersebut, Anda akan rugi," katanya.

Dia menyebut bahwa dalam sosial media, seseorang seperti tidak memiliki hambatan untuk mengatakan hal buruk kepada orang lain, karena mereka tidak melihat langsung efek yang dihasilkan dari kalimat buruk tersebut. (news.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosmed Bisa Bikin Perempuan Minder

Sosmed Bisa Bikin Perempuan Minder

Tekno | Selasa, 20 Mei 2014 | 05:40 WIB

Terkini

Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun

Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Nasib Penerbangan ke Arab Saudi Setelah Bandara Riyadh Diserang

Nasib Penerbangan ke Arab Saudi Setelah Bandara Riyadh Diserang

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Kinerja Gibran Dinilai Rendah, Prabowo Diminta Evaluasi Peran Wapres

Kinerja Gibran Dinilai Rendah, Prabowo Diminta Evaluasi Peran Wapres

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri

Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:42 WIB

4 Cara Mengatasi Bedak Padat yang Pecah agar Bisa Dipakai Lagi dengan Aman

4 Cara Mengatasi Bedak Padat yang Pecah agar Bisa Dipakai Lagi dengan Aman

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi

Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi

Kaltim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:40 WIB

4 Pilihan Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Kaki dan Gaya Kasual

4 Pilihan Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Kaki dan Gaya Kasual

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:39 WIB

×