facebook

Berbohong Soal Tinggi Badan, Astronot Jepang Minta Maaf

Liberty Jemadu
Berbohong Soal Tinggi Badan, Astronot Jepang Minta Maaf
Astronot Jepang, Norishige Kanai, mulai bertugas di Stasiun Antariksa Internasional pada Desember 2017. [AFP/Kirill Kudryavtsev]

Memang sebagian besar astronot akan bertambah tinggi ketika berada di luar angkasa. Tapi...

Suara.com - Astronot Jepang, Norishige Kanai, pada Selasa (9/1/2018), meminta maaf setelah mengaku tubuhnya bertambah tinggi 9cm ketika berada di luar angkasa.

Kanai yang sedang bertugas di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) mengemukakan hal itu karena khawatir ia tak akan muat dalam wahana antariksa Rusia, Soyuz, yang akan digunakan untuk membawanya pulang ke Bumi.

"Tinggi badan saya telah diukur di sini dan entah mengapa, saya sudah bertumbuh 9cm!" tulis Kanai pada Senin (8/1/2018), "Hanya dalam tiga pekan saya bertambah tinggi, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak di sekolah menengah."

"Ini membuat saya khawatir, mungkin saya tak akan muat di kursi Soyuz dalam perjalanan pulang nanti," kata astronot berusia 41 tahun itu.

Tetapi kurang dari 24 jam kemudian, setelah kicauannya itu menjadi pemberitaan di media-media dunia, ia meminta maaf. Ia mengaku sudah mengukur ulang tinggi badannya dan hasilnya ia hanya bertambah tinggi 2cm.

"Kesalahan perhitungan ini tampaknya jadi masalah besar, jadi saya harus meminta maaf untuk kabar bohong ini," tulis dia dalam akun Twitter-nya.

"Tampaknya saya muat dalam Soyuz, jadi saya kini tenang," imbuh dia.

Kanai sendiri baru tiba di ISS pada Desember 2017 lalu. Ia akan bertugas di stasiun antariksa itu selama enam bulan.

Memang sebagian besar astronot akan bertambah tinggi ketika berada di luar angkasa. Fenomena ini terjadi karena tulang belakang merenggang akibat absennya gaya grafitasi di antariksa. Tapi pertambahan tinggi itu biasanya tak banyak, hanya sekitar 2cm dan tubuh akan kembali ke tinggi sebelumnya ketika para astronot kembali ke Bumi. (The Guardian)