Astronot Cina Sukses Gelar Barbeque Pertama dalam Sejarah di Luar Angkasa

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 06 November 2025 | 14:42 WIB
Astronot Cina Sukses Gelar Barbeque Pertama dalam Sejarah di Luar Angkasa
Momen astronot Tiongkok di stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit Bumi menikmati barbeque pertama dalam sejarah manusia di luar angkasa (China National Space Administration/Weibo)

Suara.com - Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Tiangong (Tiangong Space Station) mencetak sejarah baru dengan melakukan hal yang belum pernah dilakukan manusia sebelumnya: memasak barbeque di orbit Bumi.

Momen ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi pangan luar angkasa, yang selama puluhan tahun identik dengan makanan instan, pasta dalam tube, dan menu serba kering.

Perjalanan panjang makanan luar angkasa dimulai sejak era Yuri Gagarin, manusia pertama yang mencicipi hidangan di luar atmosfer. Saat itu, pilihannya tidak menarik—pasta daging dan hati dari kemasan tube.

Astronot Amerika seperti John Glenn juga mengalami tantangan serupa, dengan menu yang terbatas dan tekstur makanan yang kurang menggugah selera.

Mengutip IFL Science (5/11/2025), NASA mencatat bahwa generasi awal makanan luar angkasa sering tidak disukai para astronot. Makanan kering sulit direhidrasi, sementara remah-remah yang bertebaran dapat mengganggu alat sensitif di kabin, bahkan berbahaya bagi mata atau sistem pernapasan.

Inovasi mulai berkembang selama program Gemini dan Apollo. Makanan kering dilapisi gel agar tidak mudah hancur, dan pada misi berikutnya para astronot mulai bisa menikmati air panas serta makanan yang dapat dimakan menggunakan sendok.

Namun upaya menghadirkan makanan seperti di Bumi tak selalu mulus—bahkan percobaan membuat sandwich pun gagal karena roti cepat basi dan menebarkan remah.

Kemajuan signifikan terjadi setelah manusia mulai membangun stasiun luar angkasa. Skylab (stasiun luar angkasa Amerika Serikat) hadir dengan freezer, sedangkan pesawat ulang-alik membawa dapur yang memungkinkan pemanasan makanan lebih baik. Kini, di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), para kru sudah bisa menyantap menu lebih bervariasi, meskipun tampilannya tetap sederhana.

Namun, satu hal tetap tak tersentuh, memasak langsung dengan api. Api di luar angkasa berperilaku berbeda—lebih berbentuk bola dan sangat sulit diprediksi.

baca juga

Ilmuwan seperti Guillaume Legros dari Institut Combustion Prancis menjelaskan bahwa mendeteksi kebakaran di luar angkasa jauh lebih sulit karena tidak ada aliran udara alami, sehingga asap bergerak mengikuti ventilasi dan memperlambat deteksi.

Karena risiko itu, memasak secara langsung selalu dihindari. Hingga akhirnya, misi Shenzhou-21 mengirimkan teknologi baru yang membuka babak baru dalam sejarah kuliner kosmik: oven udara panas pertama yang aman digunakan di stasiun luar angkasa.

Oven ini memungkinkan para astronot memasak dengan suhu hingga 190 derajat Celsius—cukup untuk memanggang atau menggoreng tanpa api terbuka. Dalam uji coba perdana, para astronot berhasil memasak sayap ayam barbeque, kemudian hidangan daging sapi.

Liu Weibo, wakil kepala desainer sistem astronot di China Astronaut Research and Training Center, menjelaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya proses memasak di luar angkasa melibatkan reaksi kimia seperti pada proses memasak normal di Bumi.

“Dulu hanya bisa memanaskan makanan, bukan benar-benar memasak. Sekarang makanan bisa keluar bertekstur renyah dan berwarna keemasan,” ujar Liu mengutip IFL Science (5/11/2025). Ia menambahkan bahwa kru kini bisa memanggang kue, kacang, hingga daging untuk merayakan akhir pekan atau hari spesial di orbit.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Menurut peneliti Xian Yong, oven tersebut dirancang agar makanan tidak melayang saat dimasak, serta dilengkapi sistem penyaring asap berteknologi tinggi agar lingkungan kabin tetap aman. Bagian luar oven juga dibuat tetap dingin sehingga astronot tidak berisiko terkena luka bakar.

Meski waktu memasaknya cukup lama—sayap ayam membutuhkan sekitar 28 menit untuk menjadi renyah—para ilmuwan menilai pencapaian ini sebagai lompatan besar. Dengan kemampuan memasak yang lebih fleksibel, kehidupan astronot di masa depan dapat menjadi lebih nyaman dan nutrisi pun lebih optimal.

Inovasi ini dipandang penting terutama untuk misi jangka panjang, seperti perjalanan ke Bulan atau Mars, di mana kenyamanan dan kesehatan awak sangat bergantung pada kualitas makanan. Barbeque pertama di orbit ini pun menjadi simbol kemajuan teknologi manusia dalam menyesuaikan hidup di luar planet.

Untuk sementara, prestasi ini mungkin hanya berupa beberapa potong sayap ayam. Namun bagi dunia antariksa, itu adalah langkah besar menuju masa depan di mana makan malam hangat bukan lagi kemewahan saat berada ratusan kilometer di atas permukaan Bumi.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ISS Pensiun! NASA Akan Jatuhkan Stasiun Luar Angkasa Raksasa ke 'Kuburan Satelit' pada 2031

ISS Pensiun! NASA Akan Jatuhkan Stasiun Luar Angkasa Raksasa ke 'Kuburan Satelit' pada 2031

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 17:33 WIB

Pratiwi Sudarmono, Astronot Pertama Indonesia yang Jadi Inspirasi Film Pelangi di Mars

Pratiwi Sudarmono, Astronot Pertama Indonesia yang Jadi Inspirasi Film Pelangi di Mars

Entertainment | Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:24 WIB

Barbeque on the Height: BBQ View 360 di INNSiDE by Melia Yogyakarta

Barbeque on the Height: BBQ View 360 di INNSiDE by Melia Yogyakarta

Your Say | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 06:50 WIB

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

×