Tak Ikuti Tren Battle Royale, Ubisoft Pede dengan Game Buatannya

Vania Rossa | Lintang Siltya Utami
Tak Ikuti Tren Battle Royale, Ubisoft Pede dengan Game Buatannya
Rainbow Six Siege. (Ubisoft)

Battle royale dianggap akan merusak ciri khas Rainbow Six Siege besutannya.

Suara.com - Populernya game dengan genre battle royale seperti PUBG, Fortnite, dan Apex Legends, tidak membuat pengembang Ubisoft goyah dengan menghadirkan mode tersebut dalam permainan Rainbow Six Siege miliknya.

Ubisoft mengatakan lebih percaya diri dengan game buatannya sendiri yang memiliki genre FPS atau lebih tepatnya tactical shooter. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Leroy Athanassoff selaku Creative Director Rainbow Six Siege.

Dilansir dari Dual Shocker, Leroy mengungkapkan kalau pihaknya tidak berminat membawa genre battle royale ke dalam game garapannya. Ia juga menambahkan bahwa tidak akan membuat game sendiri seperti Apex Legends yang memisahkan diri dari Titanfall hanya untuk menghadirkan versi battle royale.

Rainbow Six Siege lebih berfokus pada tactical shooter yang menjadi ciri khasnya dan menganggap genre battle royale akan meruntuhkan ciri khas tersebut. Tidak seperti battle royale dan FPS multiplayer, dalam permainan Rainbow Six Siege para pemain tidak dapat asal sembarangan menyerang lawan secara brutal. Dikarenakan masih dalam naungan franchise Tom Clancy, maka Rainbow Six Siege mengutamakan strategi dalam pertempurannya.

Dalam laman Hitekno juga disebutkan bahwa game yang rilis pada Desember 2015 ini tersedia dalam platform Microsft Windows, PlayStation 4, dan Xbox One. Game ini juga tersedia dalam dua mode, yaitu single player dan multiplayer. (Agung Pratnyawan)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS