Satelit Nusantara Satu Sukses Meluncur ke Antariksa, Beroperasi April

Liberty Jemadu | Tivan Rahmat
Satelit Nusantara Satu Sukses Meluncur ke Antariksa, Beroperasi April
Ilustrasi Satelit Nusantara Satu dari PT Pasifik Satelit Nusantara. [PSN.co.id]

Satelit Nusantara Satu butuh lebih dari satu bulan untuk mencapai titik orbit kemudian menjalani tes, sebelum beroperasi pada April.

Suara.com - Satelit Nusantara Satu milik PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sukses meluncur ke orbit pada Jumat (22/2/2019). Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Troughput Satellite (HTS) ini lepas landas secara mulus dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, dengan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

"Kami bersyukur dan bangga karena pada hari ini, Jumat 21 Februari 2019 sekitar pukul 08.45 WIB, Satelit Nusantara Satu berhasil meluncur. Kehadiran satelit ini merupakan pencapaian terbesar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital. Ini sesuai dengan tagline Nusantara Satu, Satukan Indonesia," ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso.

Sementara itu, Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono mengatakan bahwa Satelit Nusantara Satu memerlukan waktu sebelum bisa beroperasi dan memberikan layanan akses internet kepada masyarakat Indonesia.

"Butuh dua minggu dari peluncuran untuk satelit agar ada di titik orbit. Setelah sampai, kita akan melakukan in orbit test sekitar 3 minggu sampai akhirnya siap untuk melayani penyediaan internet untuk wilayah Indonesia. Insyaalah, April sudah bisa beroperasi," ujar Heru di kantor PSN, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/2/2019).

Setelah beroperasi, Satelit Nusantara Satu akan dioptimalkan untuk mendorong pemerataan akses internet yang diinisiasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

"Untuk pelayanan, 60 persen sudah disewa BAKTI. Sisanya untuk migrasi konsumen lama dan penambahan di titik-titik konvensional," imbuh Heru.

PSN sendiri terikat kerjasama dengan BAKTI dalam penyewaan Satelit Nusantara Satu dalam durasi kontrak 5 tahun, atau sampai satelit multifungsi BAKTI rampung pada 2023 mendatang.

Setelah mengorbit, Satelit Nusantara Satu akan dimonitoring oleh pusat kendali yang berlokasi di daerah Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

"Dari proses perakitan, simulasi, hingga peluncuran (satelit) itu dikontrol dari Florida. Tapi setelah mengorbit, semua akses pengendalian Nusantara Satu sudah kami ambil alih. Pusat kendali kita ada di Jatiluhur. Jadi nanti untuk orbit test dan seterusnya, sudah kami pegang," tutup Heru.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS