Ini Alasan Perbedaan Waktu Terbit Matahari dan Bulan

Vania Rossa, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 19 April 2019 | 18:18 WIB
Ini Alasan Perbedaan Waktu Terbit Matahari dan Bulan
Ilustrasi matahari dan bulan. (Shutterstock)

Suara.com - Pada dasarnya, walaupun terdapat perbedaan waktu terbit matahari dan bulan dikarenakan matahari hanya muncul di siang hari dan bulan di malam hari, rupanya kedua benda langit ini memiliki waktu terbit yang bersamaan.

Faktanya, matahari dan bulan selalu terbit bersamaan setiap 29,53 hari, yakni saat fase bulan baru terjadi. Namun, pada saat itu manusia di Bumi tidak bisa melihat keberadaan bulan karena sisi gelapnya atau sisi yang tidak disinari matahari sedang menghadap ke arah Bumi.

Hanya ketika fenomena gerhana matahari total, cincin, dan parsial saja pengamat di Bumi dapat melihat matahari dan bulan saling tumpang tindih. Walaupun saat fenomena itu terjadi, bulan hanya akan muncul sebagai siluet dan menghalangi matahari dalam pandangan Bumi. Selain fase bulan baru, matahari dan bulan tidak memiliki momen untuk terbit secara bersamaan.

Menurut laporan dari Forbes Science, waktu terbit bulan selalu telat 50 menit setiap harinya. Hal itu terjadi karena bulan mengorbit Bumi. Dengan begitu, sudut yang dibentuk matahari, Bumi, dan bulan selalu berubah-ubah. Selain itu, rotasi Bumi yang berputar lebih cepat daripada gerak revolusi bulan terhadap Bumi juga menjadi faktor dari perubahan waktu terbit bulan.

Berdasarkan perpaduan antara rotasi Bumi dan revolusi bulan tersebut, bulan akan selalu bergerak ke arah timur rata-rata 13 derajat setiap harinya dan hal ini yang menyebabkan waktu terbit bulan selalu terlambat. Jika dihitung, 13 derajat setara dengan 50 menit.

Tak hanya itu, dikarenakan gerak orbit bulan mengelilingi Bumi, maka setiap harinya bulan juga akan memiliki fase yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ketika matahari dan bulan terbit secara bersamaan, sudut yang dibentuk antara matahari, bulan, dan Bumi adalah 0 derajat, sehingga bulan berada di dalam fase bulan baru.

Namun, seminggu kemudian posisi bulan akan berubah dalam orbitnya mengelilingi Bumi dan membentuk sudut antara matahari, bulan, dan Bumi menjadi 90 derajat. Pada saat itu, maka bulan akan masuk ke dalam fase perbani awal atau separuh. Pada fase ini, waktu terbit bulan telah berbeda dengan matahari.

Sementara itu, jika pernah melihat bulan terlihat samar-samar muncul di siang hari, hal itu dikarenakan gerak orbit bulan mengelilingi Bumi dan menyebabkan waktu terbitnya yang bisa berubah-ubah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kenampakan bulan di langit Bumi sendiri adalah selama 12 jam setiap harinya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impian Israel Mendarat di Bulan Sirna Sudah, Ini Alasannya

Impian Israel Mendarat di Bulan Sirna Sudah, Ini Alasannya

Tekno | Jum'at, 12 April 2019 | 11:20 WIB

Waduh, NASA Ragu Apakah Bisa Kembali Mendaratkan Manusia di Bulan!

Waduh, NASA Ragu Apakah Bisa Kembali Mendaratkan Manusia di Bulan!

Tekno | Kamis, 11 April 2019 | 12:30 WIB

Ilmuwan Berencana Pelajari Kotoran Manusia di Bulan

Ilmuwan Berencana Pelajari Kotoran Manusia di Bulan

Tekno | Senin, 08 April 2019 | 08:40 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:37 WIB

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:31 WIB

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×