Pendapatan Telkomsel di 2018 Turun, Ini Tiga Penyebabnya

Jum'at, 03 Mei 2019 | 22:09 WIB
Pendapatan Telkomsel di 2018 Turun, Ini Tiga Penyebabnya
Bus swakemudi bertenaga listrik Telkomsel. [Suara.com/Aditya Gema Pratomo]

Suara.com - Pendapatan Telkomsel di 2018 turun 4,3 persen dibanding setahun sebelumnya. Capaian Telkomsel itu senada dengan situasi industri telekomunikasi yang pendapatannya anjlok 7,3 persen.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan turunnya pendapatan Telkomsel dianggap sebagai pelajaran untuk membenahi diri agar tidak mengalami kejadian serupa di tahun ini dan di masa yang akan datang.

Menurut Ririek, setidaknya ada tiga penyebab yang mengakibatkan turunnya pendapatan industri telekomunikasi.

Pertama adalah kebijakan registrasi kartu SIM. Dengan kebijakan ini, keutungan operator dari penjualan kartu perdana dipangkas habis.

Menurut Ririek, kebijakan ini lumrah mempengaruhi pendapatan operator seluler. Namun, itu hanya dalam jangka waktu pendek.

"(Registrasi kartu SIM) secara jangka pendek memang punya dampak negatif. Tapi jangka panjang malah memberikan dampak positif," kata Ririek di kawasan Gatot Subroto, Kamis (2/5/2019).

Dampak positif yang dimaksud Ririek adalah untuk mengurangi aksi penipuan lewat SMS dan telepon yang marak terjadi. Selain itu, operator juga akan bisa mengenali jumlah pelanggan yang loyal kepada operator.

Kedua, jelas dia, kompetisi tarif. Indonesia termasuk negara dengan tarif data termurah. Bagi konsumen, ini menguntungkan untuk jangka pendek.

Tapi dalam jangka panjang, perang tarif justru mengurangi pendapatan dan menguras biaya operasional para operator seluler. Seandainya operator tidak bisa bertahan, layanan kepada konsumen tentunya juga akan memburuk.

"Kalau enggak sustain layanan memburuk atau tutup. Yang rugi masyarakat, mana kala fasilitas tak tersedia," kata Ririek yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

Ketiga adalah turunnya layanan legacy (telepon dan SMS). Menjamurnya aplikasi OTT, seperti WhatsApp dan Line, turut berpengaruh pada penurunan pendapatan operator.

Bahkan, 2018 menjadi tahun pertama bagi Telkomsel yang pendapatan dari layanan legacy (SMS dan telepon) menurun.

"Revenue legacy 47%, sementara nonlegacy 53%. Di akhir kuartal satu 2019, nonlegacy mencapai 61% sedangkan legacy 39%," tutup Ririek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI