Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Dythia Novianty

Rabu, 22 Juli 2026 | 07:15 WIB
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid sampaikan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio di Jakarta, Selasa (21/7/2026). [Antara/Rakha Raditya Yahya/sgd]
baca 10 detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital mengumumkan tiga perusahaan telekomunikasi sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio tahun 2026.
  • Pemerintah menargetkan kecepatan internet seluler mencapai 100 Mbps pada 2029 melalui perluasan layanan telekomunikasi.
  • Pengelolaan spektrum frekuensi ini memproyeksikan total penerimaan negara bukan pajak hingga Rp29,9 triliun.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz tahun 2026.

Langkah strategis ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan bahan bakar utama bagi mesin transformasi digital nasional. Tiga raksasa telekomunikasi, yakni PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Indosat Tbk, keluar sebagai pemenang yang akan memegang mandat besar bagi masa depan internet Indonesia.

Sinergi Low-Band dan Mid-Band: Senjata Menuju 100 Mbps

Penggunaan kombinasi dua pita frekuensi ini adalah lompatan inovasi infrastruktur. Pita 700 MHz (low-band) dikenal memiliki daya tembus luar biasa terhadap penghalang fisik seperti bangunan gedung dan mampu menjangkau wilayah rural dengan sangat luas.

Sementara itu, pita 2,6 GHz (mid-band) akan menjadi tulang punggung kapasitas yang menopang keandalan layanan 5G.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa hasil lelang ini harus berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.

"Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," tegas Meutya Hafid dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).

Dengan tambahan spektrum ini, pemerintah mematok target ambisius, yakni kecepatan rata-rata mobile broadband Indonesia diproyeksikan melompat drastis hingga 100 Mbps pada tahun 2029.

Mandat Inovasi: 538 Desa dan Dominasi 5G

baca juga

Pemenang seleksi tidak hanya mendapatkan hak frekuensi, tetapi juga memikul tanggung jawab teknologi. Mereka diwajibkan menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa yang selama ini terisolasi secara digital.

Tak hanya itu, dalam lima tahun ke depan, para operator ini harus mampu memenuhi cakupan layanan 5G minimal 51 persen dari populasi nasional.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi program-program strategis nasional, seperti digitalisasi 1.000 sekolah, penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, hingga pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih melalui teknologi digital.

"Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau," tambah Meutya.

Dampak Ekonomi: PNBP Rp29,9 Triliun

Secara makro, pengelolaan spektrum yang transparan ini memberikan suntikan ekonomi yang signifikan bagi negara. Pada tahap awal, potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diproyeksikan mencapai Rp6 triliun, dengan total potensi kontribusi terhadap kas negara mencapai Rp29,9 triliun dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Namun, inovasi tidak berhenti di sini. Setelah menuntaskan lelang frekuensi 1,4 GHz di akhir 2025 dan 700 MHz/2,6 GHz di tahun ini, Komdigi sudah bersiap melakukan optimasi pada pita 900 MHz.

Ilustrasi Base Transceiver Station (BTS). (Antara)
Ilustrasi Base Transceiver Station (BTS). (Antara)

Dengan ketersediaan frekuensi yang lebih melimpah, Indonesia kini memiliki infrastruktur dasar untuk bersaing di kancah global.

Spektrum frekuensi bukan lagi sekadar komoditas, melainkan fondasi bagi kedaulatan digital yang memungkinkan setiap warga negara, dari Sumatera hingga Papua, memiliki peluang yang sama untuk berinovasi di era teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km

Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:18 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

Komdigi - Meta Berantas Spam Judi Online, Bentuk Tim Khusus Lawan Bot di Instagram dan Facebook

Komdigi - Meta Berantas Spam Judi Online, Bentuk Tim Khusus Lawan Bot di Instagram dan Facebook

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:23 WIB

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:54 WIB

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB

XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G

XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

×