Lebih dari 30 Orangutan Terpapar Kabut Asap, Diobati Pakai Nebulizer

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Rabu, 18 September 2019 | 10:00 WIB
Lebih dari 30 Orangutan Terpapar Kabut Asap, Diobati Pakai Nebulizer
Bayi orangutan yang selalu bersama induknya [Shutterstock].

Suara.com - Dikutip dari laman National Geographic, dua pakar asal Amerika Serikat, yaitu John Grehan dari Buffalo Museum of Science di New York State, dan Jeffrey Schwartz dari University of Pittsburgh di Pennsylvania, memaparkan bahwa manusia berbagi setidaknya 28 karakteristik fisik unik dengan orangutan.

Kemiripan karakteristik fisik inilah, yang membuat orangutan asli Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus serta Pongo pygmaeus morio) dan orangutan asli Sumatera (Pongo abelii)  juga bisa menderita gangguan kesehatan seperti kita sebagai manusia.

Dikutip dari kantor berita Antara, sebanyak 37 orangutan Kalimantan Tengah di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menyerang saluran napas bagian atas seperti hidung, tenggorokan, dan bronkia atau paru. Kondisi ini diakibatkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kota Palangka Raya dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.

"Masih infeksi ringan, tim medis sudah memberikan multivitamin dan antibiotik. Obat juga diberikan dengan menggunakan nebulizer, terutama bagi orangutan yang terlihat menderita lebih parah," jelas Chief Executive Officer (CEO) Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF, pihak pengelola pusat rehabilitasi ini) Dr Jamartin Sihite, Selasa (17/9/2019).

Nebulizer adalah alat kesehatan berupa peranti penghasil uap dari obat-obatan cair, sehingga bisa dihirup secara mudah dan nyaman. Alat ini membantu mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran air yang relatif kecil sehingga langsung masuk ke paru-paru.

Pada manusia, mesin uap ini digunakan bagi pasien pada kondisi darurat atau pun rawat jalan untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

"Jadi obatnya bisa diserap dengan mudah dan cepat, dan segera efektif khasiatnya," jelas Dr Jamartin Sihite.

Peranti pengobatan pernapasan lewat penguapan atau nebulizer [Shutterstock].
Peranti pengobatan pernapasan lewat penguapan atau nebulizer [Shutterstock].

Saat ini, BOSF merawat sebanyak 355 orangutan di Nyaru Menteng yang berlokasi di dekat Palangkaraya. Di sini, orangutan ditempatkan dalam kandang-kandang dan di tempat terbuka bersemak dan berhutan yang dibatasi parit besar.

Selain di Nyaru Menteng, BOSF juga memiliki fasilitas rehabilitasi bagi orangutan spesies Pongo pygmaeus morio di Samboja Lestari, sekitar 50 km utara Balikpapan. Lokasi ini pun rawan karhutla dan para teknisi sekurangnya tiga kali sehari menyirami kandang-kandang dengan cara menyemprotkan air ke udara di atas dan di dalam kandang sebagai tindakan membersihkan udara dan menjaga suhu tetap sejuk.

Valentino, yang saat ditengok berusia 4,5 tahun. Ia adalah orangutan sumatera (Pongo abelli) di Bukit Lawang, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Sebagai ilustrasi satwa endemik dan jenis endangered species [Suara.com/ukirsari].
Valentino, yang saat ditengok berusia 4,5 tahun. Ia adalah orangutan sumatera (Pongo abelli) di Bukit Lawang, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Sebagai ilustrasi satwa endemik dan jenis endangered species [Suara.com/ukirsari].

Menurut Paulina Laurensia, Humas BOSF, asap membawa partikel debu dan karbon sisa pembakaran, bila memasuki saluran pernapasan bisa menyebabkan reaksi alergi,juga memicu infeksi seperti bronchitis dan pneumonia. Apalagi bila sistem kekebalan tubuh sedang menurun.

"Untuk sementara, kegiatan luar ruang bagi para orangutan muda yang menjadi siswa Sekolah Hutan juga kami batasi," jelas Paulina Laurensia.

Sekolah Hutan adalah program BOSF untuk mengajari anak-anak orangutan ataupun orangutan dewasa agar mampu bertahan hidup kembali di hutan. Mereka diajari memilih makanan hingga membuat sarang. Awal dari kondisi adalah satwa-satwa yang masuk kategori endangered species ini dahulu dipelihara manusia sehingga kehilangan instinct atau naluri bertahan hidup di alam bebas. Sementara bagi bayi orangutan, mereka telah kehilangan induk sehingga blum sempat belajar secara alami untuk bertahan di alam bebas.

"Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, orangutan kami berikan susu dan multivitamin. Semuanya tanpa kecuali," kata Humas BOSF.

Setelah sejumlah pelepasliaran setidaknya delapan tahun terakhir, masih ada 130 individu orangutan berbagai usia di Samboja Lestari saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Wilayah Diselimuti Asap, Begini Tips Aman Berkendara

Banyak Wilayah Diselimuti Asap, Begini Tips Aman Berkendara

Otomotif | Rabu, 18 September 2019 | 09:35 WIB

Sedihnya, Belasan Orangutan di Nyaru Menteng Terserang ISPA

Sedihnya, Belasan Orangutan di Nyaru Menteng Terserang ISPA

Tekno | Selasa, 17 September 2019 | 07:00 WIB

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 13:03 WIB

Terkini

5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Simpan Foto dan Video HD Tanpa Hambatan

5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Simpan Foto dan Video HD Tanpa Hambatan

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:30 WIB

5 Tablet Murah untuk Kerja dan Hiburan Harian, Anti Lemot Harga Rp1 Jutaan

5 Tablet Murah untuk Kerja dan Hiburan Harian, Anti Lemot Harga Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:16 WIB

5 HP Midrange Realme Terbaru 2026, Usung layar AMOLED hingga Baterai 8000 mAh

5 HP Midrange Realme Terbaru 2026, Usung layar AMOLED hingga Baterai 8000 mAh

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:35 WIB

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Mei 2026: Sikat Cepat Kylian Mbappe 120 OVR

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Mei 2026: Sikat Cepat Kylian Mbappe 120 OVR

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:41 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 17 Mei 2026: Event Lucky Shop Tiba, Rebut Skin MP40 Cobra

30 Kode Redeem FF Terbaru 17 Mei 2026: Event Lucky Shop Tiba, Rebut Skin MP40 Cobra

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:23 WIB

Terpopuler: Rekomendasi HP Gaming 4 Jutaan, Xiaomi Smart Band 10 Pro Siap Meluncur

Terpopuler: Rekomendasi HP Gaming 4 Jutaan, Xiaomi Smart Band 10 Pro Siap Meluncur

Tekno | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:55 WIB

7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal

7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:05 WIB

Nggak Perlu Flagship! Ini 5 HP Gaming Harga Rp4 Jutaan dengan Performa 'Monster'

Nggak Perlu Flagship! Ini 5 HP Gaming Harga Rp4 Jutaan dengan Performa 'Monster'

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:58 WIB

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:26 WIB

5 Kelebihan dan Kekurangan Honor X7d: Memori 512 GB, HP Midrange Terbaru di Indonesia

5 Kelebihan dan Kekurangan Honor X7d: Memori 512 GB, HP Midrange Terbaru di Indonesia

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:23 WIB